INHIL – Masyarakat yang bermukim di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, hingga kini masih menjaga tradisi merayakan tanggal 10 Muharram dengan kegiatan membuat bubur Asyura.
Bubur asyura adalah bubur yang terbuat dari nasi, dicampur dengan kacang-kacangan serta berbagai bahan lainnya.
Di Kabupaten Inhil tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat diberbagai kampung ataupun kecamatan yang ada di Inhil.
Salah satunya yang dilaksanakan oleh masyarakat Tembilahan, tepatnya di jalan Swadaya melaksanakan pembuatan bubur Asyura dibulan muharram 1446 Hijriah tepatnya hari Selasa tanggal 16 Juli 2024.
Dimulai sejak pagi hari masyarakat telah berkumpul untuk membuat bubur Asyura. Mereka bergotong royong membuat bubur tersebut dengan menggunakan kuali besar.
Pembuatan bubur Asyura tersebut memakan waktu berjam jam yang dimulai dengan memasak beras yang telah di campur dengan beragam campuran sayuran kemudian setelah cukup matang lalu dicampur dengan bumbu.
Proses pemasakan ini membutuhkan pengadukan yang merata agar bubur Asyura yang dibuat matang dengan sempurna.
Setelah matang kemudian bubur Asyura nantinya akan dibagi bagikan kepada masyarakat setempat untuk dinikmati bersama keluarga masing masing,(adv)

BERITA TERHANGAT
Bupati Inhil Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Bupati Inhil Tegaskan Percepatan Infrastruktur 2026 dalam Rapat Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan
Inhil Berduka, Pulau Kijang Bangkit Bersama