
Detikriau.org — Istana sedang dirundung kegelisahan menghitung-hitung elektabilitas, ketimbang memberikan literasi kepada masyarakat.
Demikian disampaikan pengamat politik Rocky Gerung, dalam acara 212 Award, kemarin (Jumat, 4/1) malam dilansir melalui rmol.co
“Makanya saat ini kita perlu banyak belajar dari orang jalanan sebab dari situ kita belajar literasi, yang seharusnya (literasi) diajarkan dari istana,” tegas Rocky.
Selain itu, Rocky menyindir proses demokrasi rezim saat ini, yang menurut dia banyak menggunakan fasilitas negara.
“Saya baru baca unggahan di media sosial. Ada warga Sorong yang datang menemui Ibunda Sandi memberikan sumbangan langsung kepada Prabowo- Sandi. Itu adalah proses demokrasi selayaknya, mengaktifkan warga negara, bukan menggunakan fasilitas negara,” demikian Rocky.
Sejumlah tokoh hadir acara 212 award tersebut. Di antara mereka yang hadir adalah Politisi Senior PAN Amien Rais dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon serta Rocky Gerung sendiri.

BERITA TERHANGAT
BPK Apresiasi LKPP 2025: Komitmen Akuntabilitas Kabinet Merah Putih Diuji
Pemerintah Jamin Cadangan BBM Aman di Tengah di Tengah Dinamika Global
OJK Blokir 436 ribu Rekening Terindikasi Penipuan, Dana Korban Lebih Setengah Triliun