34 tahun Berdiri, MIS Nurusshibyan Belum Pernah di Rehap - Arbindonesia
April 19, 2014

34 tahun Berdiri, MIS Nurusshibyan Belum Pernah di Rehap

Bagikan..

mi2Tempuling (detikriau.org) — Sejak berdiri ditahun 1980, MIS Nurusshibyan, Parit Tanjung Pasir Kelurahan Tanjung Pidada Kecamatan Kempas kondisinya kini semakin miris. 6 ruang kelas dan 1 ruang guru bisa dikatakan sudah tidak layak pakai. bahkan 2 ruang kelas diantaranya kini dalam kondisi rusak parah.

34 tahun berdiri dan mendidik generasi penerus, bangunan sekolah tumpuan masyarakat Tanjung Pasir khususnya dalam pendidikan bidang agama ini sama sekali tidak pernah dilakukan perehapan. Disamping dipergunakan untuk proses belajar mengajar, bangunan tua ini setiap jumatnya masih dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan pengajian majlis ta’lim yang dipimpin oleh ustadz desa setempat, H Ramli.
mi1mi3“Sebagai salah seorang alumni MIS Nurusshibyan tahun 1986, terus terang saya merasa miris, sekolah yang telah membekali ilmu kepada saya ini kondisinya kini semakin rapuh. saya berharap hal ini kiranya dapat menjadi perhatian pemerintah. setidaknya memberikan bantuan biaya perehapan agar lembaga pendidikan ini dapat terus memberikan baktinya dalam mendidik anak bangsa khususnya warga parit tanjung pasir,” Sampaikan Syahril, melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, baru-baru ini
Masyarakat Parit Tanjung pasir yang rata-rata berprofesi sebagai petani bukanlah dari golongan masyarakat mampu. keberadaan MI Nurusshibyan selama ini tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti terutama untuk memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak mereka. Tambah Syahril, putra kelahiran parit tanjung pasir yang kini menjabat sebagai kaur Kesiswaan SMPN 3 Kecamatan Enok ini.
Kepala Sekolah MIS Nurusshibyan, M Saman kepada detikriau.org membenarkan bahwa sejak berdiri hingga hari ini seluruh bangunan sekolah belum pernah direhap. saat ini MIS Nurusshibyan memiliki 60 siswa yang didik oleh 8 orang tenaga pengajar.
“Saya juga sedih melihat kondisi bangunan sekolah ini semakin rapuh. tapi kami tak ada biaya untuk memperbaikinya. apalagi kini 2 dari 6 ruang kelas kondisinya dalam keadaan rusak parah. Pastinya kami juga berharap kalaulah bisa pemerintah memberikan bantuan untuk melakukan perehapan,” Sampaikannya dengan penuh harap. (dro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.