Wujudkan Implementasi Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak, Balai Anak Rumbai Selenggarakan Koordinasi Rehabilitasi Sosial Anak - Arbindonesia
September 11, 2020

Wujudkan Implementasi Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak, Balai Anak Rumbai Selenggarakan Koordinasi Rehabilitasi Sosial Anak

Bagikan..

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru melaksakan Rapat Koordinasi Rehsos Anak di Fox Harris Hotel Pekanbaru, pada tanggal 9 s/d 11 September 2020.

Kegiatan ini dihadiri oleh 57 orang peserta yang terdiri dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari empat wilayah jangkauan layanan balai yaitu Provinsi Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Provinsi Lampung.

Kepala Balai Anak Rumbai, Ahmad Subarkah dalam laporannya menyampaikan rapat koordinasi Rehsos anak ini bertujuan untuk menyamakan pandangan setiap unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan rehabilitasi sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) di wilayah kerja regional.

“Meningkatkan kapasitas LKSA mitra dan Sakti Peksos dalam pelayanan rehabilitasi sosial AMPK, dan menjalin koordinasi antar instansi pelaksana di wilayah sasaran BRSAMPK Rumbai Pekanbaru,” imbuhnya.

Rapat koordinasi dibuka langsung oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI, Kanya Eka Santi secara virtual sekaligus memberikan paparan materi tentang arah kebijakan Direktorat Rehabilitasi sosial anak. Dalam paparannya, Kanya Eka Santi menyampaikan kebijakan rehabilitasi sosial anak dalam mewujudkan Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak (ATENSI ANAK).

Pada kesempatan ini, Kanya Eka Santi mengungkapkan regulasi seperti Undang-undang maupun aturan turunannya baik dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Sosial tentang Pengasuhan Anak.

“Pengasuhan anak ini mengupayakan bagaimana anak berada dalam rentang pengasuhan keluarga inti, keluarga pengganti, orangtua asuh, perwalian, dan pengangkatan Anak,” turur Kanya Eka Santi.

Selain itu, Kanya Eka Santi juga memberikan apresiasi kepada seluruh Sakti Peksos meskipun dalam kondisi Pandemi Covid -19, telah melakukan respon kasus dan memberikan perlindungan bagi anak.

Hasil respon kasus ini menunjukkan kasus anak AMPK semakin meningkat, ini terlihat dari angka hasil respon kasus Sakti Pekos bulan Juni hingga Agustus tahun 2020, terutama anak berhadapan dengan hukum yang pada awal Juni tercatat 3.555 anak dan bulan Agustus ini meningkat menjadi 5.364 anak.

“Terjadi peningkatan Juga pada anak korban kejahatan seksual, di bulan Juni tercatat 1.433 anak dan meningkat menjadi 2.489 anak. Cluster anak AMPK lainnyapun turut meningkat. Untuk menyikapi ini, perlu dilakukan pendampingan sosial dalam bentuk pencegahan, respon kasus dan manajemen kasus oleh Pekerja Sosial dalam bisnis Proses ATENSI Sosial berbasis Keluarga, Komunitas dan Residensial,” paparnya.

Disamping itu, Kanya Eka Santi juga mensosialisasikan Telepon Pelayanan Sosial Anak (TepSA) di 1500-771 atau WA : 081238888002 dan menyampaikan bahwa hasil respon kasus nantinya akan tercatat melalui Aplikasi Manajemen Kasus, serta sesuai arahan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Pembagian Peran antara Program Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dengan 8 (Delapan) Balai/Loka yang ada termasuk mekanisme kerja Sakti Peksos.

“Ini sedang disusun Permensos dan Pedoman Operasional,” ungkapnya.

Pada diskusi tanya jawab, Bakri, pimpinan LKSA Fajar Amanah, Kabupaten Siak Provinsi Riau menyampaikan pertanyaan terkait peran LKSA dalam membantu Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus tanpa identitas serta dana bantuan untuk sarana prasarana di LKSA.

Kanya Eka menjelaskan bahwa Kementerian Sosial tidak lagi memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana namun bantuan lebih kepada bantuan yang mengandung resiko sosial.

Kemudian ia juga turut menjelaskan agar LKSA bisa bekerja sama dengan Balai Anak “Rumbai” dalam mendukung proses pengasuhan berbasis keluarga dan komunitas, karena Balai sifatnya sementara, jadi yang paling diutamakan adalah pengasuhan berbasis keluarga dan komunitas.

Sesi materi berikutnya Perwakilan peserta dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah, Eko Yuwono dan Sakti Peksos dari Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumbar, Tya menceritakan pengalaman praktik yang selama ini dilakukan dalam memberikan perlindungan bagi anak.

Rangkaian kegiatan berikutnya para peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengikuti studi lapangan ke Balai Anak “Rumbai” Pekanbaru dan melihat lebih dekat proses rehabilitasi sosial berbasis residensial yg dilaksanakan.

Peserta terlihat antusias dan turut diajak memberikan masukan terkait pelayanan yang perlu ditingkatkan di Balai Anak “Rumbai” Pekanbaru.

kegiatan ditutup dengan diskusi dan paparan dari masing-masing kelompok mengenai bagaimana teknis pelayanan rehabilitasi sosial melalui ATENSI ANAK dapat dapat diimplementasikan.

Ketua RPSA Bunga Rampai, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Anita mengungkapkan kami menyambut baik kegiatan koordinasi Rehsos Anak yang diselenggarakan ini.

“Kami menjadi paham dan smoga ATENSI ANAK ini dapat direalisasikan sesegera mungkin di lapangan melalui kesepahahaman dari masing-masing pihak,”ungkapnya. (Humas BRSAMPK Rumbai di Pekanbaru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *