TEMBILAHAN (detikriau.org) – Akhir-akhir ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D sebut kerap terjadinya upaya penipuan dengan mengatasnamakan Disdik Inhil untuk memintakan sejumlah uang. Ia berharap kepada seluruh tenaga pendidik untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya.
“Kalau ada sms atau telpon meminta sesuatu silahkan komfirmasi langsung kepada dinas atau pihak yang membidangi hal tersbut,” kata Helmi, kemarin.
Beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Helmi mengaku banyak menerima laporan dari kalangan guru terutama menyangkut pungutan mengenai dana sertifikasi. Umumnya yang menjadi korban guru dan kepala sekolah penerima dana itu.
Ia menilai pungutan liar (pungli) ini dilakukan oleh pelaku secara terorganisir. mereka selalu mengambil kesempatan dari setiap moment. Apalagi pelaku selalu mengatasnamakan dinas, sehingga tak ada kecurigaan dari kalangan guru.
“Sekali lagi saya ingatkan kepada para guru dan kepala sekolah untuk tidak menghiraukan apapun bentuk pungutan atau penipuan itu. Kami tidak ingin menjadi kambing hitam, padahal yang melakukan pungli oknum namun selalu mengatasnamakan dinas,”tandasnya. (dro/*1)


BERITA TERHANGAT
Rp1 juta Per Siswa, Dugaan Pungli Bermodus Sumbangan di MTs Nurul Mubtadiin Pulau Burung
Ada Pungutan Rp1juta Per Siswa, Kepala MTs Nurul Mubtadiin Sebut Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua
Meski Menerima Dana Bos, MT Nurul Mubtadiin Pulau Burung Inhil Pungut Rp1 Juta Per Siswa