Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat hendak mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto/SINDOnews/Kiswondari
ARB INdonesia, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut China bukan satu-satunya negara yang melanggar batas wilayah Indonesia.
Menurut dia, ada beberapa negara yang melanggar batas wilayah Indonesia. “Tapi saya ingin tegaskan lagi di sini, bahwa pelanggaran wilayah tidak hanya terjadi dari satu negara, tapi beberapa negara lain juga melakukan pelanggaran wilayah ke wilayah kita,” kata Prabowo seusai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).
Saat ditanya terkait negara mana saja yang dimaksud, Prabowo enggan mengungkapkan negara mana saja yang melanggar batas wilayah Indonesia.
- BKAD Inhil Pastikan Dana Kelurahan Sudah Masuk Kasda, Insentif RT/RW Segera Cair
- Top Score Piala Dunia 2026: Messi Memimpin, Haaland & Mbappé Membayangi
- Opini WTP Bukan Jaminan Bebas Kecurangan, BPK Riau Ungkap Sejumlah Masalah Keuangan Daerah
- Dari Rakyat, Untuk Rakyat!’ Seruan Andi Darma Taufik yang Bangkitkan Semangat Kader PDIP Inhil
- Ketua PW MOI Kota Dumai Serahkan Seragam dan Gelar Rapat Internal Persiapan Deklarasi
“Iya ada beberapa negara lain ya,” ujarnya.
“Ya saya cukup sebut beberapa negara,” kata mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.
Namun, Prabowo melanjutkan, Komisi I DPR juga memahami dan mendukung pemerintah untuk meningkatkan pertahanannya guna menjaga kedaulatan negara.
“Saya kira itu di Komisi I memahami, Komisi I juga mendukung pemerintah dan mendukung peningkatan pertahanan TNI dan sebagainya,” kata Prabowo. (*)
Sumber Sindonews.com
https://nasional.sindonews.com/read/1502146/14/tak-hanya-china-prabowo-akui-sejumlah-negara-langgar-batas-wilayah-1579518133



BERITA TERHANGAT
BKAD Inhil Pastikan Dana Kelurahan Sudah Masuk Kasda, Insentif RT/RW Segera Cair
Terpusat untuk 66 UMKM, Bupati Inhil Fasilitasi Lapak Kue JelangIdul Adha
Bupati Inhil Surati Kementerian, Desak Penetapan Harga Kelapa Rp5.000 per Kilo