Sedang Berlangsung, Demonstrasi Mahasiswa Inhil Tertahan Dipintu Pagar - Arbindonesia
Februari 4, 2021

Sedang Berlangsung, Demonstrasi Mahasiswa Inhil Tertahan Dipintu Pagar

Bagikan..

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Saat ini, Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Inhil, Kamis (4/2/2021).

Terlihat, Belasan Mahasiswa yang menggunakan atribut Bendera GMNI tertahan didepan pagar atau pintu masuk kantor Bupati Inhil.

Hal itu dikarenakan, barisan masa aksi tidak diberikan izin masuk ke halaman kantor Bupati Inhil untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Terus menyampaikan orasinya, Barisan masa aksi juga mendesak pemerintah untuk mencari solusi terhadap penertiban PKL yang menggunakan Badan Jalan.

“PKL hanya mencari makan untuk menghidupi keluarganya. Jika mereka dilarang berjualan, apakah mereka harus maling, harus jadi begal,” kata salah satu masa aksi yang menyampaikan Orasinya.

Selain itu, masa aksi juga meminta pemerintah untuk berhenti melakukan penertiban PKL di tengah kesulitan ekonomi saat ini.

“Tolong distopkan dulu Penertiban PKL,” katanya.

“Sudah dua periode, apa yang ada kemajuan di inhil.. Nihil..!, bukan bertambah malah berkurang,” tambahnya lagi.

Hingga berita ini diterbitkan, barisan masa aksi masih terus meminta Bupati Inhil, HM Wardan untuk menemui mereka.

Terlihat juga petugas dari Satpol PP, Polisi dan TNI tengah menjaga keamanan demi berjalannya aksi secara kondusif.

Untuk diketahui, sebelum aksi demonstrasi digelar, beredar di jejaringan media sosial Facebook dan WhatsApp tentang ajakan dan pemberitahuan seruan aksi.

Dalam seruan itu bertuliskan “Rakyat Kecil (PKL) Butuh Makan. Jangan Main Gusur Kalau Tidak Bisa Memberi Makan”.

Selain itu, seruan itu juga bertuliskan “Menuntut Bupati Inhil turun dari jabatannya karena telah sukses menindas rakyat kecil (PKL),”.

Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *