Juni 15, 2024

Ragam Keunikan dan Keindahan Destinasi Wisata Terumbu Mabloe di Inhil

Bagikan..

Foto : Destinasi Wisata Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Tanpa terasa, satu jam telah berlalu. Raut wajah berseri pun tampak menghiasi rombongan wartawan sang ‘ratu dunia’ asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kebahagiaan setelah puas menyaksikan keindahan alam dan menikmati asiknya ‘berselancar’ diatas lumpur yaitu menongkah (salah satu kebudayaan suku laut dalam mencari kerang), akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Waktu pula lah yang ‘memaksa’ mereka harus kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Ibukota Tembilahan, tanda agenda wisata jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 di salah satu destinasi wisata pantai yang terbentuk secara alami telah berakhir.

Destinasi Wisata Terumbu Mabloe

Pantai itu dinamakan Terumbu Mabloe, ia terletak pada bibir sungai, tepatnya pada gerbang pertemuan antara Laut dan sungai Indragiri di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Banyak ragam keunikan dan keindahan yang mampu memanjakan Panca Indra bagi setiap pengunjung pantai tersebut.

Diantaranya terdapat hamparan pasir yang terbentuk secara alami melalui pelapukan berbagai jenis kulit-kulit satwa laut.

Selain itu, pantai Terumbu Mabloe juga dikelilingi dengan keindahan hutan-hutan Mangrove yang masih terjaga kelestariannya.

Hal tersebut tentunya membuat udara dilokasi pantai terasa sangat segar, terlebih lagi dengan sejuknya hembusan angin laut yang terdengar merdu.

Walaupun pantai Terumbu Mabloe hanya bisa dinikmati keberadaannya ketika air sungai surut, akan tetapi lokasi kawasan Terumbu Mabloe merupakan tempat persinggahan burung migran di dunia.

“Ketika di Kutup Utara atau di Kutup Selatan musim salju, burung migran akan bermain di area ini (Terumbu Mabloe),” kata H Juanaidi, Kepala Disparporabud Kabupaten Inhil, Selasa (9/2/2021).

“Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, untuk kawasan Mabloe dan sekitarnya yang lebih dikenal dengan nama Tanjung Bakung, itu merupakan persinggahan burung-burung migran di dunia,” tambahnya.

Pengunjung Terumbu Mabloe saat berselancar menggunakan alat yang disebut tongkah

Selain dari keindahan dan keunikan di Lokasi Terumbu Mabloe, setiap pengunjung juga bisa menikmati sensasi berselancar di atas lumpur dengan menggunakan papan selancar atau papan datar yang didesain dengan ukuran panjang sekitar 2 meter, alat itu diberi nama Tongkah.

Jenis wahana permainan menongkah yang telah menjadi Ikon Budaya Daerah Kabupaten Indragiri Hilir ini tergolong unik, sebab jarang ditemukan di tempat-tempat wisata baik Nasional maupun Internasional.

“Baru pertama saya coba menongkah, unik dan asik berselancar di atas lumpur,” kata Bian HK salah satu pengunjung wisata Terumbu Mabloe,” Selasa (9/2/2021).

Untuk diketahui, menongkah merupakan tradisi turun-menurun yang dimiliki oleh masyarakat Suku Duanu saat mencari kekayaan alam seperti Kerang, Kupang, Sinteng, Kepiting dan lainnya.

“Tongkang adalah alatnya, menongkah adalah aktivitasnya. Tongkah ini merupakan inspirasi perdana kapal perikanan pertama di dunia,” ujar tokoh masyarakat Suku Duanu, Sarfan, Selasa (9/2/2021).

Sedangkan untuk perjalanan menuju wisata Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela ini, hanya membutuhkan waktu perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir (Tembilahan) sekitar 40 menit dengan menggunakan transportasi air (Speed Boat) dengan budget sekitar Rp100 ribu.

“Dengan keindahan dan keunikan yang ada, saya menilai destinasi wisata Terumbu Mabloe ini kedepannya mampu bersaing dengan objek-objek wisata lainnya di luar sana,” tutur Hasanuddin, anggota DPRD Inhil yang juga merupakan tokoh masyarakat Suku Duanu dan Inisiator pantai Terumbu Mabloe, Selasa (9/2/2021).

Penulis: Arbain