Polres Inhil Boyong 4 Pelaku Pengeroyokan di Kuburan Cina, 3 Diantaranya masih ABG - Arbindonesia
Agustus 28, 2022

Polres Inhil Boyong 4 Pelaku Pengeroyokan di Kuburan Cina, 3 Diantaranya masih ABG

images (3)

Ilustrasi Pengeroyokan, net.

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sat Reskrim Polres Inhil berhasil memboyong 4 orang pelaku pengeroyokan disertai pencurian yang terjadi di Kuburan Cina parit 9 Tembilahan Hulu pada Kamis (25/8) lalu.

Dari 4 pelaku tersebut, 3 diantaranya merupakan Anak Baru Gede (ABG) yang baru berusia 17 tahun.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah mengatakan, peristiwa ini bermula saat korban MH (17) diminta mengantarkan seseorang inisial IM yang tidak dikenalinya ke Kuburan Cina Parit 9 Tembilahan Hulu, dari Jalan Guru Hasan Tembilahan.

“Setibanya di lokasi, ketika hendak akan pulang, korban ditahan oleh IM dikarenakan ingin meminjam sepeda motor. Korban lalu meminjamkan sepeda motor tersebut kepada IM,” imbuhnya, Minggu (27/8/2022).

Saat sedang menunggu IM, tiba-tiba korban didatangi BY cs, dan dengan paksa meminta uang kepada korban. Lantaran diminta secara paksa, korban menolak untuk memberikan uangnya.

“Akan tetapi handhpone dan uang milik korban dirampas oleh BY cs, korban juga didipukul, dibanting dan di injak-injak oleh BY cs. Setelah mendapat uang dan handphone, BY cs meninggalkan korban,” jelas AKP Amru.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet pada kepala dan punggung serta kerugian materil lebih kurang Rp. 2 juta rupiah. Pihak keluarga korban langsung melaporkan kejadian itu ke pihak Polres Inhil.

1661653067820

“4 pelaku berhasil diamankan, pada Jum’at (26/8/2022), di Taman Kota Jalan Gajah Mada Tembilahan. Ke empat pelaku inisial DA (17), AGR (17), RA (17) dan FA (28). Mereka mengakui perbuatannya ikut mengeroyok korban bersama BY,” jelasnya.

Terdapat pelaku lain yang masih dalam proses penyelidikan Tim Resmob Polres Inhil, inisial RO, BY dan M.

“Pelaku yang berhasil diamankan dikenai pasal 365 KUHPidana. Sementara pelaku dibawah umur diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak,” tuturnya. (rls/arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *