Februari 24, 2024

PEMKAB DIMINTA PERBAIKI BANGUNAN SD 020

Bagikan..

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan, terutama Sekolah Dasar (SD) tidak hanya ada di daerah terpencil, nyatanya juga dapat ditemukan di kota Tembilahan yang notabenenya berada di ibu kota Kabupaten. Kondisi itu tentunya menambah buram potret pendidikan di negeri yang punya julukan “Negeri Seribu Jembatan”.

Salah satu bangunan SD yang tersebut adalah adalah SD 020 yang berlokasi di jalan Pangeran Hidayat Kelurahan Tembilahan Hilir, tidak jauh dari Mesjid Alghulam. ada  4 lokal yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk dilakukan proses belajar mengajar.

 

Kerusakan terletak pada lantai yang kondisinya sudah lapuk, hingga sangat dikawatirkan akan ambrol sewaktu-waktu.”Terus terang kondisi lantai bangunan yang sudah lapuk seperti ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar kita. Kita takut, sewaktu-waktu lantai ambrol, kalau memang tidak dilakukan perbaikan sesegera mungkin,”kata Suhaimi Ama.Md, Kepala Sekolah (Kasek) SD 020 Kelurahan Tembilahan Hilir, Jumat, (27/1).

 

Untuk itu, ia sangat berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat melakukan perbaikan agar kondisi bangunan bisa menjadi indah dan lebih baik.

 

Selain itu, kerusakan juga terlihat pada bagian lantai teras yang sudah dimakan usia. Padahal teras tersebut, selain sebagai tempat bermain, juga untuk jalan menuju lokal. Tentunya kerusakan yang terjadi makin membuat kondisi bangunan semakin terlihat kurang layak untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar.

 

Suhaimi menambahkan,  kondisi lapangan juga tidak mendukung. Lapangan sekolah  sering terendam oleh air, baik saat hujan, maupun pasang tinggi seperti yang terjadi belakangan ini.

 

“Kalau sudah pasang tinggi dan hujan turun, kita kesulitan melakukan aktivitas di lapangan, termasuk upacara bendera pada hari Senin. Padahal upacara bendera adalah salah satu kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan oleh sekolah,” ujarnya.

 

Kondisi cukup menyedihkan juga terletak pada pagar bangunan dan mobilier. Bahkan ada beberapa meja belajar yang keadaanya sudah hampir patah. “Kalau meja seperti itu bagaimana siswa bisa belajar dengan baik,” imbuhnya.

 

Berkaitan dengan pembahasan anggaran yang sedang berlangsung sekarang ini, pihaknya sangat berharap pengambil kebijakan bisa memperhatikan kondisi bangunan  sekolah SD 20 yang cukup memprihatinkan.   Paling tidak dari berbagai kerusakan yang terjadi, ada sebagian yang bisa dilakukan perbaikan. (Suf)