Tembilahan, detikriau.org – pelayanan PDAM Tirta Indragiri Tembilahan kembali dipertanyakan. Bukan persoalan suplay air yang juga kerap tersendat, kali ini buruknya kualitas air juga menuai keluhan. Jangankan untuk dikonsumsi, sekedar untuk keperluan mandipun masyarakat merasa enggan mempergunakan.
“Ini Air PDAM atau Limbah? Satu minggu belakangan ini kualitas air keruh. Ber-Merk PDAM, semestinya layak diminum. Tapi jangankan diminum, untuk mandi saja tak layak. Badan terasa gatal,” Keluh salah seorang pelanggan PDAM TI, Iwan melalui sambungan BB-nya sembari melampirkan sebuah gambar air yang tampak berwarna coklat yang dialirkan kedalam sebuah wadah penampungan, rabu (13/7/2016)
Sebagai pelanggan menurut PNS dilingkungan Pemkab Inhil ini, rasanya wajar dirinya melayangkan protes. Setiap tetes air yang mengalir kerumah tinggalnya tercatat dan harus dibayar dengan besaran nilai rupiah tertentu.
“yang dibayar itu harusnya kualitas yang baik. Masak iya air limbah juga berbayar?” Kesalnya.
Tidak hanya Iwan, pelanggan PDAM lainnya Rudi juga mengungkap kekecewaan. Ia berharap agar kondisi seperti ini dapat segera ditangani dan masyarakat setidaknya dapat meninkmati air bersih walaupun hanya sekedar untuk keperluan mandi.
“tak usahlah untuk diminum, sekedar bisa memenuhi keperluan air bersih saja sudah lumayan.”Ungkapnya. (dro)


BERITA TERHANGAT
Ada Pungutan Rp1juta Per Siswa, Kepala MTs Nurul Mubtadiin Sebut Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua
Meski Menerima Dana Bos, MT Nurul Mubtadiin Pulau Burung Inhil Pungut Rp1 Juta Per Siswa
Bupati Inhil Sampaikan Pesan Mendagri di Hari Otonomi Daerah ke-30