Pedagang di Pasar Bonto-bonto Pangkep Tewas di Tangan Pacarnya - Arbindonesia
Maret 13, 2020

Pedagang di Pasar Bonto-bonto Pangkep Tewas di Tangan Pacarnya

Bagikan..

ARB INdonesia.com, PANGKEP – Sitti Umrah (31), pedagang di Pasar Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulsel, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah toko alias ruko miliknya, Jumat (13/3/2020). Pedagang barang campuran ini diduga tewas dibunuh oleh pacarnya, Amiruddin (42).

Sitti Umrah ditemukan tewas bersimbah darah kondisi duduk bersandar di tangga. Kepolisian sudah melakukan identifikasi dan olah TKP terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut. Korban disinyalir meninggal akibat luka pada bagian lehernya.

“Ditemukan pagi tadi oleh petugas keamanan pasar. Iya dugaannya begitu (pembunuhan). Dia pemilik ruko dan menjual bahan campuran di pasar ini,” kata Kapolsek Ma’rang, Iptu Sofyan, kepada SINDOnews, Jumat (13/3/2020).

Adapun terduga pelaku pembunuhan yakni Amiruddin sudah diamankan di Kota Parepare. Ia ditangkap saat hendak kabur ke Pulau Kalimantan menggunakan kapal laut dari pelabuhan di Kota Parepare.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Amiruddin guna mengungkap motif pembunuhan tersebut. “Sudah ditangkap (pelakunya). Sementara dalam pemeriksaan. Sementara masih didalami,” singkatnya.

Dari informasi yang dihimpun SINDOnews, peristiwa ini mulanya diduga kasus perampokan karena barang jualan dalam toko terlihat berantakan. Namun, setelah diperiksa lebih detail, dimana tak ada pintu rusak sehingga muncul dugaan, pelakunya ada orang dekat korban.

Amiruddin dan Sitti Umrah diketahui memang tengah menjalin asmara. Hanya saja, tidak diketahui pasti, apa pemicu sehingga Amiruddin nekat menghabisi nyawa orang yang dikasihinya. Saat diinterogasi polisi, pelaku pun masih berubah-ubah memberikan pernyataan.

Amiruddin sempat mengatakan alasan membunuh korban karena belum membayar utang sebesar Rp500 ribu. Namun, pada lain kesempatan saat ditanyakan alasannya membunuh, ia juga menyebut karena korban menolak berhubungan badan.

Sumber : Sindonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *