Mitos : Janin Diambil Makhluk Halus? - Arbindonesia
Maret 11, 2014

Mitos : Janin Diambil Makhluk Halus?

Bagikan..

hamilJakarta – Pasti diantara bumil yang baca tulisan ini, ada banyak yang menyelipkan benda tajam kecil di balik bajunya. Apakah itu peniti, gunting lipat, pisau lipat, dll. Namun mitos ini juga ternyata bukan saja tentang membawa benda tajam kecil. Di beberapa daerah, ada yang membawa manik-manik kecil, buah-buahan kecil seperti jeruk nipis, sapu lidi, dan banyak pernak pernik lainnya. Kebanyakan mitos ini timbul dengan bumbu-bumbu klenik, seperti melindungi dari orang penganut ilmu hitam, hingga makhluk jahat. Di daerah Sumatera ada karakter orang yang mempelajari ilmu hitam yang dapat memakan kepala bayi hingga bayinya lahir tanpa kepala. Ada juga mitos makhluk jahat yang mencuri bayi di dalam kandungan sehingga tiba-tiba perut bumil jadi kempes. Biasanya makhluk ini menyamar jadi nenek atau kakek tua. Masih banyak mitos lain di seputaran makhluk gaib pencuri bayi. Ditengah masyarakat modern, biasanya bumil sudah tidak percaya lagi dengan mitos ini., namun seringkali banyak para bumil yang masih membawa benda-benda kecil sebagai jimat untuk melindungi kehamilannya. Akan saya bahas berikut ini mengenai kasus kehamilan yang dicuri dan kasus-kasus bayi yang lahir tanpa kepala.

Perbandingan kepala bayi normal dan yang mengalami anencefalus (tanpa batok kepala)

Perbandingan kepala bayi normal dan yang mengalami anencefalus (tanpa batok kepala)

Mitos-mitos seperti ini muncul karena pada masa itu, belum ada pemeriksaan hamil yang canggih dan komprehensif seperti masa sekarang. Kebanyakan diagnosis kehamilan didapatkan berdasarkan keluhan ibu / calon ibunya saja, seperti terlambat haid dan muntah-muntah. Seorang wanita yang sudah menikah, lalu telat haidnya dan muntah-muntah akan langsung dianggap hamil. Padahal kedua tanda tersebut bukan merupakan tanda pasti kehamilan, bahkan bila disertai dengan hasil pemeriksaan hamil melalui air seni sekalipun. Kadang terlambat haid sering dialami seorang wanita, dalam dunia kedokteran seseorang didiagosis amenorhea (tidak haid) bila dia mengalami tidak haid selama 2 siklus berturut dan tidak hamil. Sedangkan mual dan muntah dalam kehamilan belum tentu hamil, gastritis atau sakit maag seringkali memiliki keluhan mual dan muntah. Oleh karena itu, seorang wanita yang terlambat haid dan muntah belum tentu hamil. Maka dari itu saat seorang wanita yang tadinya disangka sudah hamil, akan disangka bayinya dicuri pada saat menstruasi normalnya kembali timbul.

Ada kasus-kasus tertentu yang sering saya temui dalam praktek sehari-hari, seorang wanita yang mengaku hamil beberapa bulan dan sudah merasakan pergerakan bayi, ternyata malahan tidak hamil sama sekali. Apa yang terjadi? Apakah bayinya diambil/dicuri? Dunia medis memiliki jawabannya : pseudocyesis.

Pseudocyesis atau false pregnancy atau phantom pregnancy atau kehamilan palsu adalah suatu keadaan dimana seorang wanita merasakan dirinya hamil, dan disertai dengan tanda-tanda bahwa dia hamil. Seperti : berhenti haid berbulan-bulan, perut membesar, mual dan muntah, kembung, mengidam, merasakan pergerakan anak. Apakah penyebab dari pseudocyesis? Pseudocyesis merupakan suatu keadaan psikosomatis, dimana proses psikis (kejiwaan) mempengaruhi soma (tubuh/raga). Pseudocyesis terjadi bila seseorang wanita sangat ingin memiliki momongan, hal ini juga diperparah dengan tuntutan dari suami dan keluarga besar untuk segera memiliki keturunan. Menstruasi seorang wanita sangat dipengaruhi oleh faktor psikis, oleh karena itu pada kasus pseudocyesis, menstruasi yang terhenti adalah akibat dari psikisnya yang terganggu. Apa yang menyebabkan perutnya membesar? Pengalaman saya bermacam-macam. Pada beberapa kasus adalah kantung kencing, dimana setelah pemasangan kateter maka bayinya lahir. Kasus lain dapat juga tumor dari daerah panggul, seperti tumor indung telur hingga miom. Kasus lain adalah lemak yang menimbun. Karena wanita tersebut sudah merasa hamil, maka ia akan makan banyak untuk mengejar kebutuhan bayinya, akibatnya adalah obesitas.

Bagaimana dengan bayi yang kepalanya tidak ada atau kepalanya dimakan? Kelainan ini jugas sering ditemukan. Seringkali merupakan efek dari mengkonsumsi obat-obatan sembarangan saat hamil. Kasus yang pernah saya dapatkan adalah si ibu tidak pernah kontrol di dokter dan tidak pernah di-USG. Pada saat pergi ke dokter, adalah saat dirujuk oleh bidan karena bunyi jantung bayinya sudah sulit didengar. Teryata memang bayinya sudah meninggal dan terdapat kelainan pada kepala bayinya, berupa tidak utuhnya tulang tengkoraknya. Sebenarnya kelainan pada struktur tulang tengkorak (cranium) bayi sudah dapat dilihat melalui USG pada umur 10 minggu. Jadi alangkah terlambatnya bila pasien baru mau USG kalau sudah hamil 7 bulan.

Membawa benda tajam selama kehamilan terutama bila diletakkan terlalu dekat dengan tubuh dapat membahayakan dan menciderai diri sendiri. Selain itu, membawa benda tajam juga dapat memberikan perasaan tidak aman bagi orang lain di sekitar anda. Pada saat bumil naik pesawat dan kedapatan membawa benda tajam di tubuh, pasti bumil akan disuru mengeluarkan benda tersebut dan membuangnya. Tidak ada hubungan antara membawa benda tajam dengan mencegah serangan dari makhluk gaib atau orang berilmu hitam, kalaupun benar sosok tersebut ada…pastinya mereka tidak akan takut dengan gunting kecil atau pisau kecil. Apalagi dengan sebatang lidi dan jeruk nipis.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Sumber: http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2014/03/10/mitos-janin-diambil-makhluk-halus–638441.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.