'Menggenjot' Sektor Pariwisata Inhil Dimasa Pandemi Covid-19 - Arbindonesia
Januari 4, 2021

'Menggenjot' Sektor Pariwisata Inhil Dimasa Pandemi Covid-19

Bagikan..

Dodi Sukma, R.A, S.Hut, M.Si , Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak)

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dodi Sukma, R.A, S.Hut, M.Si , Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) memaparkan upaya yang harus dilakukan dalam ‘menggenjot’ pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada masa pandemi Covid-19.

Menurut pria kelahiran Tembilahan ini, untuk ‘menggenjot’ pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, pertama yang harus difokuskan adalah membenahi destinasi wisata domestik, khususnya wisata alam.

(Wisata Domestik = Wisata didalam negeri sendiri)

Sebab pada masa pandemi hingga pasca pandemi covid-19 nantinya, wisata alam akan menjadi primadona di tahun 2021 ini.

Hal itu dikarenakan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam memilih destinasi wisata selama masa pandemi ini.

“Masyarakat akan cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Tak hanya itu, masyarakat juga akan lebih cenderung memilih wisata alam untuk tujuan destinasi wisatanya,” papar Dosen Pariwisata Unilak kepada arbindonesia.com, Minggu (3/1/2021).

Lanjutnya, saat ini pemerintah Indonesia telah mengumumkan penutupan pintu masuk sementara bagi seluruh Warga Negara Asing (WNA) termasuk wisatawan mancanegara dari semua negara pada tanggal 1 hingga 14 Januari 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut diambil terkait dengan munculnya varian baru covid-19, yang disebut menular lebih cepat.

Dengan demikian, untuk mensiasati hal tersebut, program ‘Bangga Berwisata’ di Indonesia menjadi salah satu strategi yang ditawarkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam upaya menggenjot pariwisata dalam negeri pada tahun ini.

“Sejalan dengan itu, untuk menggenjot sektor pariwisata di Kabupaten Inhil, mari kita buat program Bangga Berwisata di Inhil,” ajak Dodi.

“Mari sama-sama membenahi destinasi wisata dengan tetap menjaga protokol kesehatan cleanliness, health, safety, dan environmental sustainability (CHSE),” tambah Dodi.

Menurut Dosen Unilak ini, protokol Kesehatan berbasis CHSE pada sektor pariwisata adalah hal yang penting untuk diterapkan bagi pemerintah maupun masyarakat setempat.

Sebab, dimasa Pandemi ini wisatawan akan selektif bagaimana memilih destinasi yang aman untuk mereka kunjungi.

Untuk itu, pemerintah daerah harus jeli mencermati perubahan perilaku dan motivasi kunjungan wisatawan agar pendapatan dari sektor pariwisata dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dimasa pandemi Covid-19.

“Kabupaten Inhil memiliki potensi dan daya tarik wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan, seperti Pantai Solop, Bukit Condong, Air Terjun 86, Atraksi Wisata Sampan Leper dan Menongkah, serta beberapa tempat wisata lainnya yang belum terekspos,” ungkap Dodi.

“Hanya tinggal sedikit pembenahan destinasi wisata domestik saja, dalam hal ini untuk wisata alamnya,” tutup Dodi Sukma, R.A, S.Hut, M.Si.

Untuk diketahui, pariwisata merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia, serta pengaruhnya sangat besar dalam mendongkrak perekonomian masyarakat di Republik Indonesia.

Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *