ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Menjelang Idul Fitri 2026, denyut nadi mudik di wilayah selatan Indragiri Hilir kembali menjadi sorotan. Jalan penghubung Kota Baru menuju Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, kini kembali menghadapi ujian berat: kubangan lumpur, jalan bergelombang, dan akses yang kian menyulitkan perjalanan warga.
Namun di balik keluhan itu, ingatan masyarakat seolah ditarik kembali pada sosok yang pernah berjuang tanpa kenal lelah: Almarhum Sirajuddin Sayuthi, sang putra daerah yang mewakafkan hidupnya demi membuka keterisolasian tanah kelahirannya.
Jejak Pengabdian
Sirajuddin bukan sekadar pejabat Bappeda Inhil. Ia adalah motor penggerak pembangunan yang dipercaya langsung oleh Bupati H. Muhammad Wardan. Sejak 2016 hingga 2023, ia menjadi figur sentral dalam pembangunan di Kecamatan Keritang dan Reteh.
Salah satu catatan paling heroik adalah keberhasilannya membuka akses jalan Pulau Kijang. Jalan yang dulu dianggap mustahil dilalui kendaraan roda empat, akhirnya bisa ditembus berkat tangan dingin dan pengawasan ketatnya. Puncaknya, Bupati H. Muhammad Wardan dapat hadir meresmikan MTQ ke-47 tahun 2017 di Reteh dengan mobil yang melaju mulus di jalur baru itu—sebuah simbol kemenangan atas keterisolasian.
Dedikasi Hingga Akhir Hayat
Ramadan 2023 menjadi saksi terakhir pengabdiannya. Di bawah terik matahari 39°C, dalam keadaan berpuasa, Sirajuddin turun langsung ke lapangan. Ia memastikan pengerjaan scarf jalan berjalan sesuai rencana, agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Potret itu kini menjadi kenangan yang tak tergantikan: seorang pejabat yang memilih berada di garis depan, bukan sekadar di balik meja.
Meski anggaran telah dikucurkan melalui APBD atas perjuangannya, tak semua rencana berjalan mulus. Beberapa titik jalan masih menyisakan masalah teknis hingga kini. Namun, bagi masyarakat, hal itu tak pernah mengurangi nilai heroisme yang telah ia torehkan.
Suara Rakyat
“Beliau tidak hanya bekerja di belakang meja. Beliau orang yang paling depan memastikan alat berat bekerja benar, agar orang Reteh dan Keritang tidak lagi merasa dianaktirikan,” kenang seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Doa di Pengujung Ramadan
Kini, di penghujung Ramadan 1447 H, saat masyarakat bersiap menyambut Idul Fitri, nama Sirajuddin kembali bergema. Setiap jengkal aspal dan jembatan yang pernah ia perjuangkan adalah warisan pengabdian.
Mari sejenak menundukkan kepala, menghadiahkan Suratul Al-Fatihah untuk almarhum. Semoga segala peluh dan pengorbanannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dan semoga Allah SWT menempatkannya di sisi terbaik dalam keadaan husnul khatimah. Amin Ya Rabbal Alamin.
Mengenang Sang Pejuang Infrastruktur Selatan


BERITA TERHANGAT
Selain PUTR, Dugaan Mark-Up Biaya Pemeliharaan Mobil Dinas Juga Menyeret Dinas Perikanan Inhil
Tim Pengamanan Agrinas Diusir Pakai Sajam Saat Jalankan Tugas di Lahan Perkebunan Sitaan PKH
Mobil Dinas PUTR ini Dilelang Tak Laku, Tapi Biaya Pemeliharaanya Capai Rp100 Juta