Mengenang Masa Gubernur Riau dan Dirjen Pernah Panen Raya Padi di Desa Kuala Sebatu - Arbindonesia
Oktober 15, 2022

Mengenang Masa Gubernur Riau dan Dirjen Pernah Panen Raya Padi di Desa Kuala Sebatu

IMG-20221015-WA0127

Hilangnya Lumbung Padi di Desa Kuala Sebatu Akibat Luapan Air dari PT SAGM.

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Masyarakat masih mengenang momentum Gubernur Riau tahun 2003 – 2013, Rusli Zainal dan Direktur Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan, Mohammad Jafar Hafsah melakukan panen raya di desa Kuala Sebatu, kecamatan Batang Tuaka, kabupaten Indragiri Hilir.

Tercatat, Rusli Zainal sempat dua kali melakukan lawatan kunjungan panen raya di desa Kuala Sebatu. Momen pertama kali dilakukan ketika beliau masih menjabat Bupati Inhil pada tahun 2002, kemudian momen ke dua pada saat awal-awal dia menjadi Gubernur Riau di tahun 2004, pada pelaksanaan ke dua ini Direktur Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan, Mohammad Jafar Hafsah juga berkesempatan hadir menyapa masyarakat dan berdiskusi tentang pertanian.

Menurut Mantan Kepala Desa Kuala Sebatu, M Yunus pelaksanaan dua kali panen raya padi yang sempat dihadiri oleh sang visioner Riau dan Dirjen tersebut adalah kegiatan terakbar yang pernah dilakukan di desa Kuala Sebatu.

Belum ada lagi kegiatan yang bisa melibatkan petinggi kabupaten dan provinsi serta Dirjen Kementerian di desa Kuala Sebatu setelah pelaksanaan tersebut.

“Pertama kali kita mengadakan panen pada tahun 2002, waktu itu pak Rusli Zainal masih Bupati Inhil, kemudian dilanjutkan pada tahun 2004 dengan pelaksanaan lebih besar lagi, pak Rusli sudah menjadi Gubernur, beliau hadir bersama Dirjen menggunakan helikopter. Betapa bahagianya petani desa Kuala Sebatu karena merasa diperhatikan oleh pemerintah,” ucapnya, Sabtu (15/10/2022).

Saat mengenang masa tersebut, desa Kuala Sebatu bukanlah desa yang terbuang dari perhatian tentang pertanian. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, lahan pertanian di desa Kuala Sebatu perlahan terancam punah karena adanya Banjir yang mengendap di lahan masyarakat.

M Yunus mengungkapkan ketika mengulik masa-masa tersebut, menjadikan dirinya terharu melihat kejayaan yang sudah berlalu. Melihat kondisi sekarang, ia hanya bisa menjadikan cerita itu sebagai motivasi untuk bangkitnya kembali di saat posisi sekarang lahan pertanian padi terancam mati.

“Untuk kembali ke posisi kejayaan pertanian seperti dulu memang agak sulit, mengingat dahulu tanah kita begitu subur sekali dan air banjirnya juga bisa diprediksi waktunya, namun demikian, meskipun kita tidak bisa kembali seperti dahulu tapi setidaknya kita bisa mempertahankan efektivitas fungsi lahan kita sebagai lahan pertanian dan Kuala Sebatu masih sebagai pemasok stok beras untuk kabupaten Indragiri Hilir,” paparnya.

Adapun dugaan penyebab fenomena banjir yang terjadi di Kuala Sebatu, menurut M Yunus yakni dangkalnya sungai Batang Tuaka yang dahulu merupakan akses jalan keluarnya air dari lahan, kemudian ditambah lagi dugaan suplai air dari kanal perusahaan yang terus mengairi sungai.

“Dugaan penyebab banjir di desa Kuala Sebatu yakni sungai Batang Tuaka yang sudah dangkal sehingga air tidak dapat keluar dan tetap mengendap di lahan, kemudian ditambah lagi dugaan air perusahaan yang terus mengalir ke sungai yang membuat debit air terus bertambah,” tukasnya.

Kendati demikian, M Yunus berharap permasalahan banjir yang terjadi di desa Kuala Sebatu tepatnya di dusun Panglima dan dusun Tasik Pilang bisa segera diatasi oleh pemerintah daerah kabupaten sinergi dengan pemerintah provinsi dan juga dipantau oleh Dirjen kementerian.

“Semoga pemerintah kita yang sekarang sepemikiran dengan pak Rusli Zainal dan Pak Mohammad Jafar Hafsah yang selalu memperhatikan pertanian padi sebagai sumber utama makan pokok masyarakat,” imbuhnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *