Februari 24, 2024

Longsor, 10 Rumah Ambruk di Kuala Enok

Bagikan..

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress,com) — Akibat abrasi air pasang laut yang cukup tinggi,  bencana tanah longsor menimpa warga RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 03 di Desa Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah sekitar pukul 00. 15 WIB, Selasa (29/11). Sedikitnya, 36 warga yang menghuni sepuluh unit rumah kehilangan tempat tinggal karena selang beberapa saat, rumah mereka langsung ambruk ke laut. Selain itu, pelabuhan rakyat dan tempat pengeringan ikan juga ikut ambruk ke laut. Kendati tidak ada korban jiwa, diperkiran kerugian mencapai miliar rupiah.

“Kejadiannya begitu cepat, saat air pasang semakin tinggi warga sudah mulai waspada dan meninggalkan rumahnya. Disaat air pasang mulai surut, ketika itu satu persatu rumah warga yang sudah tinggal kosong penghuninya mulai ambruk kelaut, sedikitnya sepuluh rumah tengelam,” kata Camat Tanah Merah Nurmasyah menjawab Haluan Riau, Selasa (29/11).

Kades Kuala Enok, Sultan saat dihubungi Haluan Riau mengakui bahwa telah terjadi bencana longsor di desanya. Ia menceritakan, sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (28/11) tidak seperti hari-hari sebelumnya, malam itu air pasang terlihat begitu besar, sehingga mengikis tanah yang berada dipinggir pantai. Melihat kondisi itu, warga yang sudah terbiasa mengalami hal seperti itu mulai waspada dan meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri, termasuk menyelamatkan barang-barang berharga lainnya. Setelah tiga jam lamanya, air mulai surut dan sesaat setelah itu satu persatu rumah yang berada di bibir pantai mulai ambruk kelaut sekitar pukul 00.15 WIB, rabu (29/11) dinihari.

“Kejadian itu tapatnya di RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 03, jumlah rumah yang ambruk 6 pintu , rumah rusak 4 pintu, sedangkan jumlah KK semunya sekitar 36 jiwa. Saat ini sebagian mereka telah mengungsi dirumah keluarga dan rumah warga lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi,” kata Sultan.

“Selain itu pelabuha rakyat dan tempat pengeringan ikan juga ikut ambruk. Kalau diperkirakan, kerugian ada sekitar satu miliar rupiah,” tambahnya.

Sultan mengakui meskipun disepanjang pantai Desa Kuala Enok termasuk daerah yang rawan longsor setiap tahun, namun sebagian warga tetap saja memilih tinggal dipinggir pantai. Umumnya warga yang tinggal di pinggir pantai merupaan nelayan dan pedagang.

“Umumnya, kalau lokasi rawan termasuk disepanjang pantai ini, seperti dipingir sungai Kuala Enok dan Sungai Perigi, tapi sebagian warga tetap saja memilih tinggal dipingir pantai,” katanya.

Ia menyebutkan, sekitar pukul 15.00 WIB sudah masuk bantuan dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Inhil berupa kebutuhan pokok seperti selimut, pakaian, makan, alat dapur dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu juga telah diterima bantuan dari PMI Inhil dan Wakil Ketua DPRD Inhil, Muslimin berupa beras dan uang sebanyak Rp 2 juta.

“Semua bantuan ini akan kita salurkan kepada warga yang terkena musibah dan juga berharap adanya bantuan lainnya dari masyarakat Riau, khususnya warga Inhil,” tutup Sultan. (Nal)