Tembilahan (www.detikriau.org) – Komisi II DPRD Inhil tetap mendesak agar Pemkab Inhil untuk segera menghadirkan Tim Rumusan Harga Kelapa Fakultas Pertanian Universitas Riau (UR). Hal ini diaggap sangat perlu guna mengambil langkah secepatnya penyelesaian persoalan terus anjloknya harga jual kelapa petani.
“Kita minta Pemkab Inhil untuk penuhi permintaan kita. Kalau tidak, Komisi II terpaksa harus jemput bola untuk menemui Tim kajian ini di Pekanbaru,” Tegas Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir. Junaidi kepada detikriau.org di Gedung DPRD, selasa (2/10).
Dinilai Junaidi, persoalan yang kini harus segera dipecahkan bukan hanya persoalan naik dan turunnya harga kelapa tetapi yang lebih penting haruslah ditemukan berapa patokan harga yang wajar. ”Kalau memang kita mendesak untuk memintakan kenaikan harga beli kelapa oleh perusahaan, dan mereka menyetujui untuk menaikan dari harga yang berlaku saat ini, apakah hal ini sudah mampu menolong petani kita?. saya nilai ini belum penyelesaian masalah. Yang patut untuk dipersoalkan, apakah kenaikan harga itu telah memenuhi harga yang wajar.” Ujar Junaidi berpendapat.
Harga yang wajar dinilai Junaidi adalah sebuah patokan harga yang tetap memberikan profit bagi dunia usaha dan sekaligus juga mampu memberikan daya tarik petani untuk kembali mengelola perkebunan mereka.(dro/*0)



BERITA TERHANGAT
Coffee Morning Bersama Insan Pers, Kapolres Inhil Sosialisasikan Program Perlinsos Digital
Relokasi 1.153 Pedagang Pasar Yos Sudarso Tembilahan, Pemda Inhil Pastikan Seluruhnya Dapat Tempat
Mengurai Benang Kusut Tapal Batas, Konflik Desa Pungkat dan Belantak Raya Butuh Ketegasan Pemkab Inhil