
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Anggota Msyarakat Peduli Inhil (MPI) Oyong Maldini mengaku sempat dicari preman karena sering mengadukan ke Komisi IV DPRD atas berbagai persoalan pendidikan di Inhil.
“Saya sempat dicari preman, tak tau juga siapa dalangnya, yang jelas menyangkut seringnya saya mengadukan ke dewan soal pendidikan,” sampaikannya saat menghadiri hearing Komisi IV DPRD Inhil bersama Dinas Pendidikan Inhil dan BKD Inhil di aula rapat Kantor DPRD Inhil jalan HR Soebrantas Tembilahan, Kamis (2/4/2015).
Oyong menjelaskan, dari persoalan pendidikan yang sempat dicari itu terkhusus menyangkut persoalan mutasi sejumlah guru dari desa ke kota yang baru-baru ini diputuskan Disdik bersama BKD Inhil.
Meski demikian, ia menyatakan tidak takut dan tetap memperjuangkan pendidikan di pedesaan yang dinilainnya masih sangat kurang mendapatkan perhatian. (mirwan)



BERITA TERHANGAT
PAD Inhil Bocor, PT BSS Diduga Tak Bayar Pajak Listrik Sejak Februari 2022-2025
Tak Tunggu Api Berkobar, PT BNS Bergerak Cegah Karhutla di 7 Desa
Perkuat Pencegahan Karhutla, PT BNS lakukan Sosialisasi dan Koordinasi di 7 Desa Wilayah Operasional