TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Anshari Nor SH.MH, mengharapkan peran semua pihak, terutama tokoh agama dalam menangkal masuknya aliran sesat di daerah masing-masing. Karena diakuinya, saat ini sudah banyak aliran sesat yang masuk ke Riau.
“Kita mengharapkan peran semua pihak, terutama tokoh-tokoh agama setempat untuk mengawal aqidah umat Islam. Kalau memang menemukan ada sekolompok orang yang mengamalkan ajaran Islam yang tidak lazim sebagimana biasanya, untuk segera melaporkan dengan pihak terkait dan berwenang,” ujarnya.
Masih menururutnya, dengan langkah seperti itu diharapkan agar aliran sesat itu tidak berkembang makin jauh di tengah masyarakat. Sebab kalau sudah berkembang dan mengakar di tengah para pengikutnya, sudah barang tentu akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat nantinya.
Ketika disinggung, ajaran seperti apa saja yang saat ini ditemui Kemenag di Provinsi Riau, kata Anshari seperti Ahmadiyah dan orang yang mengikuti ajaran Nabi baru. Padahal sama-sama kita ketahui, bahwa Muhammad SAW adalah nabi penutup, jadi tidak ada Nabi lagi dibelakangnya. “Kalau ada orang yang punya Nabi baru, sudah barang tentu ajaran tersebut sesat,” katanya.
Selain itu ia juga mengingatkan akan adanya sekelompok golongan yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi dan acara Haul yang lazimnya dilaksanakan oleh umat Islam, karena dianggap perbuatan bid’ah. Padahal tujuan dari kegiatan ini sangat baik, dimana warga yang datang diajak untuk berzikir dan juga mendengarkan ayat-ayat Qur’an maupuan tausiah yang diberikan oleh penceramah. (suf)



BERITA TERHANGAT
Polemik Bupati Cup Inhil 2026 Terjawab: Komite Hukum PSSI Patahkan Klaim Sepihak, Tegaskan Status Resmi Turnamen
Kontroversi Antara Sponsor Utama dan PSSI Inhil Makin Memanas, Yuslizar: Sabar ya!
Skandal Bupati Cup Inhil: Dalih Biaya Wasit Elit Ternyata Pepesan Kosong, PSSI Inhil Bungkam Diduga Panen Cuan!