Kemarau, Warga Inhil Mulai Kesulitan Air Bersih - Arbindonesia
Maret 15, 2014

Kemarau, Warga Inhil Mulai Kesulitan Air Bersih

Bagikan..

kemarauTembilahan (detikriau.org)  – Kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (INHIL)yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir mengakibatkan banyak warga  mengalami krisis air bersih.
Asoi salah satu warga Kota Tembilahan jalan Rindang Permata Gang Akasia mengatakan kepada detikriau.org Sabtu (15/3/2014)bahwa ia harus membuat sumur bor untuk mendapatkan air bersih yang akan digunakannya untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan keperluan lainnya
“Untuk mandi dan mencuci saja kita kesulitan sejak kemarau ini, saya terpaksa membuat sumur bor “. Ujarnya
Sementara itu Hendra sebagai salah satu mahasiswa yang tinggal dirumah kontrakannya juga mengatakan hal senada, ia menyebutkan air sumur yang biasa digunakannya untuk berbagai keperluan sehari-hari kini tidak dapat digunakan dengan maksimal dikarenakan debit air sudah mulai mengering serta bercampur lumpur.
“Sejak beberapa bulan ini saya merasa kesulitan sekali dengan air bersih karena sumur yang biasa digunakan  kini mengering dan berlumpur”. Sebutnya.
Kesulitan air bersih bukan hanya dirasakan oleh warga Tembilahan,  Masyarakat Desa Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak
Serka (GAS) dan Desa Jerambang Kecamatan Gaung juga mulai mengeluhkan hal yang sama.
Pahrul salah satu warga Desa Teluk Sungka mengatakan kesulitan akan air bersih sudah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu dan sampai saat ini kesulitan air tersebut masih dirasakannya dan bahkan apabila warga yang akan melaksanakan acara selamatan maka mereka harus membeli air kemasan yang biasa dijual dikedai-kedai setempat.
“Sudah sekitar 3 bulan disini kesulitan air bersih, dan kalau ada yang mau melaksanakan hajatan atau acara selamatan biasanya mereka membeli air kemasan”. Jelasnya
Senada, Ramli warga Desa Jerambang mengatakan bahwa tidak hanya air sumur yang berlumpur, air sungai juga ikut mengeruh dan tidak bisa digunakan untuk mencuci pakaian seperti biasanya.
“Tidak hanya air sumur yang keruh, air sungaipun sekarang ikut mengeruh”. Paparnya. (Ahmad Tarmizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.