TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D meminta kepada setiap perhimpunan maupun ikatan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Inhil untuk selalu kompak.
“Budaya kita hanya dua, budaya sanding dan budaya tanding. Maka untuk perkumpulan mahasiswa di Inhil, baik berbentuk paguyuban perkecamatan, suku, ataupun lainnya untuk menggunakan budaya sanding,” pintanya, saat menghadiri acara pelantikan Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Jawa Riau (PPMJR) Kabupaten Inhil di salah satu aula Wisma di kota Tembilahan, Sabtu (13/6/2015) malam kemaren.
Jika bupaya tanding yang difungsikan, maka kata Kadisdik ini akan ada perpecahan serta gejolak antar sesama di dalam perhimpunan. Maka akibatnya, tujuan organisasipun akan sembraut.
Namun jika mengunakan budaya sanding ataupun menjaga kekompakan, keharmonisan dalam persatuan sesama pelajar dan mahasiswa pun akan lebih dapat dirasakan.
“Kalau menjadi kritisi itu boleh, tapi bukan merusak nama baik organisasi. Atas nama pemerintah, kami sangat mensuport berdirinya berbagai perhimpunan yang ada di Kabupaten Inhil ini,” tandasnya.(mirwan)



BERITA TERHANGAT
Pusaran Konflik Pengajuan HGU!Ancaman Kehilangan Hak Tanah Warga di Balik Kemitraan PT Oscar Investama yang Tak Memiliki Lahan Inti
M. Ridwan dan Nurhayati Resmi Pimpin PC PMII dan KOPRI Inhil Periode 2026–2027
Upaya Gigih Berbuah Manis! Dulu Sibuk Jemput Bola ke Pusat, Kini Sibuk Tinjau Progres Revitalisasi