Kades Sungai Baru Bagikan Susu Gratis untuk Cegah Stunting, Kadinkes Inhil: jika Tidak Dilakukan Pencegahan Dini, Inhil Terancam Kehilangan Generasi Emas - Arbindonesia
Desember 30, 2019

Kades Sungai Baru Bagikan Susu Gratis untuk Cegah Stunting, Kadinkes Inhil: jika Tidak Dilakukan Pencegahan Dini, Inhil Terancam Kehilangan Generasi Emas

Bagikan..

Foto Kepala Desa Sungai Baru, Catra Hidayat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini (AUD) , Kepala Desa Sungai Baru, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir  melakukan pemberian susu gratis kepada 50 keluarga yang kurang mampu, Senin (30/12/2019).

Kapala Desa  Sungai Baru, Catra Hidayat mengatakan, Pemberian susu formula SGM kepada AUD tersebut merupakan suatu program Pemerintah Pusat melalui pemerintah desa dalam upaya melakukan pencegahan Stunting.

“Stunting atau terhambatnya pertumbuhan pada anak merupakan suatu hal yang disebabkan kekurangan gizi sejak anak masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun, imbuhnya, Senin (30/12/2019).

Dikatannya juga, Desa Sungai Baru akan terus melaksanakan pemberian susu gratis setiap 1 bulan sekali melalui dana Desa yang sudah di programkan.

Pada tahun pertama (2019) berhasil melaksanakan program tersebut setiap bulannya selama 10 kali dalam setahun, sementara untuk tahun 2020 mendatang Pemerintah Desa Sungai Baru akan berupaya meningkatkan menjadi 12 kali dalam setahun.

“Semoga saja terbantukan, kami dari Pemerintah Desa berharap untuk pertumbuhan anak di Desa Sungai Baru khususnya tetap terjaga dan tidak ada yang mengalami kekurangan gizi,” harap Kades Sungai Baru, Catra Hidayat. Dikutip dari pasengnews.com

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Berikan apresiasi

Atas pelaksanaan program Pemerintah Desa Sungai Baru tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil,  Zainal Arifin sangat mengapresiasi atas kinerja pemerintah Desa Sungai Baru.

“Kewajiban kita semua untuk menangani bersama, apalagi Kepala Desa yang memiliki dan mengetahui warganya yang mengalami Stunting. Itu adalah kewajiban dan kepedulian Kades dan lurah terhadap warga yang mengalami stunting,” imbuhnya.

Lanjutnya, tercatat 34,4% penderita Stunting di tahun 2017 untuk Balita di Kabupaten Inhil.

Inhil berada di nomor urut ke-3 tertinggi di 12 Kabupaten-Kota se_Provinsi Riau setelah Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.

“Jika tidak segera di lakukan pencegahan dini, Inhil terancam akan kehilangan generasi emas,”

Upaya pencegahan salah satu nya adalah melelu pemerintah desa dengan pemberian susu gratis,

“Seperti yang di lakukan Kepala Desa Sungai Baru dan Perangkat nya. Semoga program seperti ini juga di ikuti oleh Kepala Desa yang lain nya,”  harap Kadinkes Inhil Zainal Arifin.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dikutip dari liputan6com, 48,4% balita menderita Stunting di Indonesia yang terjadi di pedesaan dan perkotaan.

Reporter Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *