Hari Ini, Inhil Kembali Terdeteksi 15 hotspot - Arbindonesia
Maret 10, 2014

Hari Ini, Inhil Kembali Terdeteksi 15 hotspot

Bagikan..

satelit NOAA 18Tembilahan (www.detikriau.org) — Hasil pantauan satelit NOAA 18, Senen (10/3/2014),  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali terpantau sebanyak 15 Hotspot. Ke 15  Hotspot ini tersebar di 8 Kecamatan.
Berdasarkan informasi dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kab Inhil, Encik  Kamal Syahindra melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf, ke 15 titik panas di 8 Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Pulau Burung 3 Titik, Desa Sungai Danai, Desa Binangun Jaya dan Desa Suka Jaya. Kecamatan Tekluk Belengkong 4 titik di Desa Sumber Makmur Jaya 2 titik, Hibrida Mulya dan Indrasari Jaya masing-masing 1 titik.
Kecamatan Pelangiran 1 titik di Desa Bagan Jaya. Selanjutnya di Kecamatan Mandah 3 titik, Desa Bantaya 2 titik dan Desa Batang Tumu 1 titik. Kecamatan Gaung 1 titik di Desa Teluk Kabung. Kecamatan Concong 1 titik di Desa Sungai Berapit. Kecamatan Kempas 1 titik di Desa Bayas Jaya dan terakhir di Kecamatan Kemuning 1 titik di Desa Selensen.
Sehari sebelumnya, ahad (9/3) jumlah hotspot yang terpantau sebanyak 11 titik yang tersebar di 7 Kecamatan. yakni Kecamatan Pulau Burung 1 titik di Desa Binangun Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong 1 titik di Desa Sumber Makmur Jaya, Kecamatan Mandah 1 titik di Desa Pelanduk. Kemudian di Kecamatan kateman Desa Kuala Selat 2 titik, Kecamatan Pelangiran 2  titik di Desa Tanjung Simpang dan Desa Rotan Semelur. Kecamatan Gaung 3 titik di Desa Belantaraya dan Desa Simpang gaung. kemudian yang terakhir Kecamatan Kuindra di Desa Sungai Bela.
“Tanggal 6/3 hanya 1 titik panas yang terpantau di Kecamatan Pelangiran Desa Rotan Semelur. kemudian tanggal 7/3, tidak terpantau adanya titik panas. tanggal 8/3, satelit kembali mendeteksi 2 titik panas di Kecamatan pulau burung Desa Sri Danai dan Sempadan jaya. Dua hari belakangan ini satelit kembali mendeteksi terjadinya peningkatan titik panas. Disaat musim kemarau seperti ini, memang menjadi rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan apalagi daerah kita banyak yang terbuka,”  Jelas Ardi Yusuf melalui sambungan selulernya. Senin (10/3/2014). (dro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.