TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebahagian petani kelapa Sawit, Desa Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka enggan memanen hasil perkebunan mereka. Dalam beberapa bulan belakangan ini, harga TBS dibawah Rp 1.000 per kilonya sehingga tidak mampu menutupi biaya operasional yang harus dikeluarkan.
“Biaya perawatan dan operasionalnya juga semakin tinggi. Tidak seimbang antara pendapatan dengan pengeluaran kami,” Jelas salah seorang petani Desa setempat, Ahmadi, rabu (15/10/2014)
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, para petani mengaku terpaksa mencari pekerjaan sampingan seperti menggeluti profesi nelayan dan buruh serabutan. ]
Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Inhil, H Muktar T, menyebutkan naik dan turunya harga TBS Kelapa Sawit bukan diakibatkan dari dalam negeri, melainkan Luar Negeri. Karena TBS salah satu komoditi ekspor yang harganya tergantung pasar dunia.
“Kalau pasar dunia naik, maka secara otomatis harga TBS juga ikut naik. Demikian pula sebaliknya,” kata mantan Kepala Disporabudpar Inhil ini.
Biasanya lanjut Muktar, fluktuasi harga tergantung pada permintaan minyak sawit mentah crude plam oil (CPO) di pasar dunia .(dro/*1)



BERITA TERHANGAT
Pusaran Konflik Pengajuan HGU!Ancaman Kehilangan Hak Tanah Warga di Balik Kemitraan PT Oscar Investama yang Tak Memiliki Lahan Inti
M. Ridwan dan Nurhayati Resmi Pimpin PC PMII dan KOPRI Inhil Periode 2026–2027
Upaya Gigih Berbuah Manis! Dulu Sibuk Jemput Bola ke Pusat, Kini Sibuk Tinjau Progres Revitalisasi