April 18, 2024

Dipilih Secara Aklamasi, Syamsuddin Uthi Pimpin Demokrat Inhil

Bagikan..

Syamsuddin Uthi secara aklamasi terpilih jadi Ketua Demokrat Inhil 2012-2017. Jelang pemilihan, kubu Irwandi sebagai rival protes dan meninggalkan ruang Muscab.

www.detikriau.org-PEKANBARU– Syamsuddin Uthi akhirnya terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Indragiri Hilir (Inhil) periode 2012-2017.

Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II Partai Demokrat yang berlangsung di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (28/1/12) siang, dari 14 pemilik suara yang hadir, seluruhnya sepakat memilih Syamsuddin Uthi. Apalagi, sejak rivalnya, Irwandi meninggalkan ruangan (walk out Musda II Partai Demokrat Inhil di ruangan Serampang 12 Hotel Grand Elite, praktis Syamsuddin menjadi calon tunggal.

“Dalam undang-undang partai, calon yang mengikuti pemilihan pimpinan partai Demokrat paling banyak 13 orang. Namun jika hanya terdapat satu calon, ya, otomatis calon itu secara aklamasi dipilih menjadi Ketua,” tutur Muhammad Sanif, penanggung jawan Musda yang sekaligus Kepala Devisi Pembinaan Organisasi DPP Partai Demokrat.

Saat ditanya status Ketua DPD Demokrat Inhil Syamsuddin Uthi yang dituding Irwandi masih menjadi Ketua DPC PBR Inhil, Muhammad Sanif mengaku baru mengatahui. Tetapi kepada DPP, Syamsuddin mengaku sudah mengundurkan diri dari PBR. Begitu juga disinggung apakah cara-cara yang dilakukan Demokrat dengan memperbolehkan kader parpol lain pindah dan kemudian menduduki kursi ketua bakal mengurangi peluang bagi kader lama, lagi-lagi Sanif menyatakan itu sah-sahkan saja.

“Sepanjang yang bersangkutan telah memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota, Red) ia bisa dicalonkan sebagai Ketua Demokrat. Tidak masalah yang bersangkutan baru seminggu mengantongi KTA tersebut,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, saat meninggalkan ruangan Muscab II Demokrat Inhil, Irwandi kepada wartawan mengatakan, Muscab tersebut cacat hukum. Karena yang menggelar Muscab adalah pihak DPD dan DPP. Padahal seharusnya itu merupakan ‘gawe’-nya DPC Demokrat Inhil.

“Dan saya sebagai Ketua DPC Demokrat Inhil yang sah, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan Muscab. Saya sebenarnya tidak berambisi lagi menjadi Ketua, tetapi karena saya dizholimi, saya pasti akan melawan. Saya akan menggugat masalah ini hingga ke pengadilan,” tegasnya.

Irwandi juga menduga ada money politics atau politik uang dalam proses pemilihan Ketua DPC Demokrat Inhil. Hal itu diperkuat lagi dipindahkannya secara sepihak oleh DPD/DPP tempat penyelenggaran Muscab dari Tembilahan ke Kota Pekanbaru.

Muscab II Demokrat Inhil itu sendiri sebelumnya nyaris kisruh. Beberapa pendukung Irwandi mencoba untuk memasuki ruang Musda tetapi pihak keamanan yang dituntuk Panitia Muscab II tidak mengizinkannya. Aksi saling dorong pun terjadi.

Bahkan jika tidak segera dilerai petugas keamanan hotel dan dibantu aparat Polsek Payung Sekaki, kemungkinan besar bakal terjadi bentrok fisik. Untung saja petugas keamanan sigap dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi. *** (rtc)