Bupati Pinta Kemenhut Tinjau Ulang Izin Perpanjanngan HPH PT DT - Arbindonesia
Maret 4, 2015

Bupati Pinta Kemenhut Tinjau Ulang Izin Perpanjanngan HPH PT DT

Bagikan..

2Bagansiapiapi (detikriau.org) – Dengan diperpanjangnya Izin HPH PT Diamon Timber oleh pemerintah pusat selama 50 tahun, bupati Rokan Hilir, H.Suyatno meminta kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI meninjau ulang izin perpanjangannya.

Hal tersebut disampaikannya usai memimpin rapat kerja dengan anggota DPD RI di lantai 4 kantor Bupati Rokan Hilir, Senin (02/03/15) kemaren.

“Izin yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat tanpa ada koordinasi dengan saya (bupati-red ). Untuk itu pemerintah pusat harus meninjau ulang dan mencabut izinnya,” pinta Suyatno.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Rohil, Habib Nur ketika dimintai tanggapannya terkait peninjaun ulang izin HPH PT Diamon Raya Timber, mendukung apa yang disampaikan bupati Rokan Hilir.

“Saya secara pribadi sangat mendukung apa yang disampaikan bupati, itu baru kepala daerah,” kata Habib.

Ditambahkannya, apa yang dilakukan oleh Pihak PT.Diamond Sangat tidak sesuai dengan prosedur yang ada, tentunya hal ini salah.

“Seharusnya sebelum mengajukan perpanjang izin ke pemerintah pusat. Pihak perusahaan harus mendapatkan persetujuan dari bupati. Jangan semena-mena, kami (dewan) minta pusat tinjau ulang izin PT.Diamon,” tegas Habib usai menghadiri raker dilantai 4 kantor bupati.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Rokan Hilir, Rahmatul Zamri. Ia menjelaskan, bahwa dilihat disisi proses mengurus izin, PT.Diamond mengajukan izin perpanjang HPH Tahun 2012 lalu.

“Itu semasa pak Suandi menjabat Kadishut (sekarang Kesbangpolinmas),” kata Rahmatul.

Ia juga mengatakan, bahwa sejauh ini kayu dari PT.Diamond tidak ada kontribusinya untuk daerah. Padahal galangan kapal yang ada di Rokan Hilir membutuhkan kayu lebih kurang 500 kubik pertahun.

“Kita minta arahan dari pusat, agar untuk daerah terpenuhi minimal 5 persen untuk daerah,” ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya agar usaha galangan kapal sebanyal 32 galangan dalam operasi tidak menyalahi aturan. Berharap agar pihak PT.Diamon menjual kayu Ke pengusaha galangan kapal.

“Galangan kapal di Bagansiapiapi inikan sudah lama berdiri,  dari tahun 1983. Jadi harus kita dukung,” katanya. [tris/adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.