Mei 18, 2024

BIBIT SAWIT PALSU RESAHKAN PETANI

Bagikan..

PEKANBARU (www.detikriau.wordpress.com) –– Kabid Pengembangan Perkebunan, Dinas Perkebunan Riau, Darmayulis mengingatkan petani sawit untuk berhati-hati dalam memilih bibit perkebunan sawit.  Sebab, bibit palsu atau bibit tidak unggul dan tidak bersertifikat merupakan musuh paling berbahaya bagi petani pekebun kelapa sawit. Kalau mereka membeli bibit palsu dan ditanam, maka petani yang akan menanggung resiko paling besar. Hasil produksi sawitnya tidak maksimal atau bahkan tidak berproduksi sama sekali.
Darmayulis mengatakan, sekarang kondisi seperti ini banyak dialami para petani. Mereka, terjebak dengan bibit palsu yang memang banyak beredar dipasaran saat ini. Sementara, sulit untuk membedakan mana bibit palsu yang tidak unggul dengan bibit unggul yang bersertifikat. Apalagi, bagi kalangan petani yang awam dengan ciri-ciri bibit palsu.

“Banyak petani yang sulit membedakan bibit palsu dengan bibit yang asli. Karena memang sulit untuk membedakannya,” tutur Darmayulis kepada JPNN Grup.

Dinas Perkebunan memang tidak bisa berbuat banyak untuk menekan itu. Namun untuk meminimalisir jumlah petani pekebun kelapa sawit yang terjebak dengan bibit palsu, Dinas Perkebunan Riau menyarankan, agar dalam pembelian bibit untuk berhati-hati. Para petani pekebun kelapa sawit bisa meminta bantuan pada UPT pengawasan Dinas Perkebunan. “Kalau ada yang mau beli bibit, agar tidak terjebak dengan bibit palsu, petani bisa minta bantuan UPT Dinas Perkebunan,” tambahnya lagi.

Terjebak dengan bibit palsu memang sangat berbahaya. Apalagi, itu telah ditanam, banyak kerugian yang akan dialami petani. Sementara untuk hama sawit sendiri, yang paling banyak ditemukan hama ulat api. Tetapi dengan menggunakan racun yang ada, bisa diatasi. “Kalau hama bisa diatasi, tapi bibit palsu, sulit,” ujarnya.

Diakuinya, perkembangan perkebunan kelapa sawit, banyak ditingkat petani dan swadaya masyarakat dibandingkan dengan milik perusahaan. Karena itu, petani harus berhati-hati dan rajin mencari informasi tentang bibit sawit yang unggul. (drc/jpnn group)