Begitu Bodohkah Bangsa Ini ? - Arbindonesia
Maret 31, 2014

Begitu Bodohkah Bangsa Ini ?

Bagikan..

jokowi-kidul1Pertanyaan seperti judul di atas selalu mengganggu pikiran saya jika melihat fenomena yang terjadi di tengah – tengah masyarakat kita yang latah memuja memuji tokoh tertentu padahal sosok tokoh itu tidak layak diberikan puja puji.
Begitu bodohkan bangsa kita ini yang terlalu mudah terkecoh dengan pencitraan dan opini sesat yang direkayasa oleh pihak tertentu untuk memberikan kesan baik terhadap figur yang sesungguhnya tidak baik.
Begitu bodohkah bangsa Indonesia yang tidak pernah mau belajar dari pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis menderita meratapi kerugiannya.
 
selengkapnya

12 thoughts on “Begitu Bodohkah Bangsa Ini ?

  1. Cara berpolitik yg tidak sehat.
    Kemaren sebelum pak jokowi belum capres gk ada info yg beginian, jgn2 ne sumber dibayar jg oleh capres lain.

  2. sepanjang sifatnya informasi rasanya sah-sah saja…..
    Saya nilai juga tidak tidak mungkin jokowi seperti malaikat sebagaimana pemberitaan dimedia selama ini…
    rasanya patut dicurigai seperti apa yang disampaikan penulis, pencitraan yang terlalu berlebihan tentu ada apa-apanya…
    lagian apa sih yang istimewanya dari sosok jokowi? belum ada bukti bro….
    Memilih pemimpin dan memberikan kepercayaan bangsa ini bukan pekerjaan gampang.
    masyarakat perlu informasi yang cukup dan menyeluruh terhadap seorang sosok.
    toh nantinya penentuan masing-masing individu yang akan memberikan pilihan…..
    salut atas informasinya oleh radennuh…..

  3. Mencermati perubahan sikap Joko Widodo dan kengototannya menabrak hukum itu, anak siswa SMA atau mahasiswa semester I pun mengerti dan paham bahwa pasti ada kolusi antara Jokowi dan Lukminto yang sangat patut diduga menghasilkan suap untuk Joko Widodo. Berapa besar dugaan suap dari Lukminto kepada Joko Widodo sehingga Joko berani melanggar hukum, UU dan menipu DPRD dan rakyat Solo serta seluruh rakyat Indonesia itu ? Berapa besar kerugian negara akibat KKN Jokowi – Lukminto itu ? Silahkan KPK, Kejaksaan dan Polri mengusut tuntas agar hukum dapat ditegakkan dan keadilan dapat terwujud. Sikap kita yang toleran/pembiaran terhadap perbuatan kriminal, kejahatan atau korupsi Jokowi ini, sesungguhnya sama saja dengan kita menyetujui perbuatan haram tersebut. Sekian.
    Sumber: http://radennuh.org/2013/12/19/siapa-sebenarnya-jokowi-itu/

  4. Hampir semua media online dan cetak memuat berita tentang jokowi.
    ADA APA INI?
    ???(sambil mamulas sasingut, wkwkwkwkwk)

  5. Biasa pak, jelang pemilu memang seperti ini. tinggal kita yang menilai…
    jangan salah pilijh…nasib bangsa kita ditentukan siapa pemimpinnya…
    informasi apapun kita simak aja dan pelajari dengan baik
    Salam Indonesia………

  6. Menurut kata2 Mario Teguh tadi malam seperti ini..
    “memilih pemimpin itu jgn dilihat dari kata2nya, tapi lihat siapa sosok tersebut”.
    Nah marilah kita sebagai masyarakat Indonesia gunakan hak pilih kita dan cermati baik2 sosok yg akan kita pilih kelak agar tidak salah pilih, jika sudah tahu sosok trsebut tdk menepati janjinya sewaktu mnjabat maka pilihan juga ada ditangan anda utk mengamanahkan negeri ini kepada siapa, karena menurut pepatah mengatakan ” hanya orang bodoh yg mau trjebak kedalam lubang yg sama untuk kedua kalinya”.
    Jadi saran ane lebih baik kita teliti siapa sosok yg akan kita dukung, dan jgn trpengaruh dg politik uang ataupun pencitraan, jgn sia-siakan negeri ini utk 5 tahun kedepan hanya karena salah memilih pemimpin sebab keluarga, anak serta seluruh anggota keluarga kita ada didalam negeri ini.
    Imbasnya pada kita semua juga nantinya..
    Mudah2an kita lebih bijak lagi kedepannya.. Amin

  7. betul tu kata ondel-ondel kalau rakyat sekarang sudah pada pintar.
    tapi pintar bukan berarti terima apa saja yang disodorkan. tetapi mampu menilai dan mnyaring informasi yang benar dan jelas.
    stop pembodohan dan pencitraan yang tidak berarti.
    Rakyat butuh pemimpin yang bisa kerja bukan yang hobynya hanya sekedar blusukan untuk jual muka…..
    solo gagal, jakarta belum tuntas sudah ngacir, apa pemimpin seperti ini yang dimau rakyat indonesia?
    tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.