BB 42 Kilogram Sabu, Polda Riau Selamatkan 85 Juta Orang dari Narkotika - Arbindonesia
Maret 14, 2021

BB 42 Kilogram Sabu, Polda Riau Selamatkan 85 Juta Orang dari Narkotika

Screenshot_2021_0314_224803
Bagikan..

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Polda Riau berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) narkotika jenis Shabu sebanyak 42,19 kilogram dalam Operasi Antik Lancang Kuning 2021.

“Shabu seberat 42 kilogram lebih itu setara dengan penyelamatan 85 juta orang dari bahaya Narkotika,” menurut Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, SIK, saat
menggelar Konperensi Pers Pengungkapan Shabu di halaman belakang markas Komando Polda Riau, jalan Pattimura no 13 Kota Pekenbaru, Minggu pagi (14/03/2021).

Lanjut Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, SIK yang didampingi Dir Resnarkoba Kombes Victor, Dansat Brimob Kombes Deddy dan Kabid Humas Kombes Narto mengatakan, bahwa dari hasil operasi antik yang telah dilaksanakan Polda Riau sejak 18 Februari sampai 11 Maret 2021, atau selama 22 hari, Polda Riau telah berhasil menangkap Shabu sebanyak 42,19 kilogram, Ekstasi 50.236 butir, Ganja 1,12 kilogram, Uang tunai sebanyak 325 juta rupiah lebih, Mobil 9 unit, Motor 83 unit dan HP sebanyak 320 unit lebih.

“Saat ini Provinsi Riau telah menjadi daerah transit Narkoba, kita tak ingin hal itu terus terjadi. Operasi Antik kemaren telah selesai, dan selama Operasi berjalan Polda Riau berhasil menangkap 463 orang,” ungkapnya.

“Tersangka Laki-laki sebanyak 424 orang dan Perempuan 39 orang,” tambah Agung.

Menurut Agung, rata-rata tersangka tersebut adalah kurir, bandar dan juga ada pengendali.

“Kita bisa liat dari hasil operasi ini bahwa ada 44 target operasi, dan ke 44 target Itu tercapai semuanya. Kita juga mampu mencapai 444 non target dalam Operasi” ujar Agung.

Selain itu, Kapolda Riau juga mengatakan ingin focus pada pengguna narkoba, sebab para pengguna ini sebagian dari padanya adalah korban. Ia juga menginginkan agar pemerintah daerah ikut memberi andil agar para pengguna ini dapat direhabilitasi dengan baik.

“Pemda harus lebih banyak dan harus lebih mampu untuk memberikan berbagai fasilitas agar pengguna dapat direhabilitasi, bisa sembuh dan tidak menjadi bagian dari pengedar,” harap Agung.

Terakhir Agung berpesan bagi masyarakat diharapkan agar jangan kompromi terhadap narkoba. Dimanapun narkoba ditemukan, maka narkoba harus dimusuhi.

“Jangan sampai kita permisif terhadap narkoba. Baik dirumah, di lingkungan dan dimanapun,” tuturnya.

“Jangan sampai ada pengguna narkoba karena narkoba pasti merugikan kita semua” tutup Agung.

Editor Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.