21 April 2026

Pemdes Panglima Raja Gelar Musdes Penentuan Bantuan Ketahanan Pangan dan BLT

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Musyawarah Desa Penetapan Bantuan ketahan pangan 2025 dan Calon Penerima BLT DD Pemerintah Desa Panglima Raja, Kamis (16/1/2025).

Kegiatan ini memiliki dua agenda utama, yaitu Penetap Bantuan ketahan pangan 2025 dan Calon Penerima BLT DD Pemerintah dan Penyuluhan tentang Bahaya penyakit LGBT dan bahaya Narkoba yang dipimpin Kepala Desa Pangilama Raja dan di hadiri oleh Camat dan Kapolsek Concong .

Hal ini penting untuk menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan dana desa serta mewujudkan tranparansi penggunaan anggaran kepala masyarakat.

Selanjutnya, Musyawarah Desa Khusus membahas Calon KPM BLT DD Tahun 2025. BLT DD merupakan salah satu program pemerintah untuk mengurangi dampak kemiskinan di desa dan Bantuan Ketahanan Pangan.

Dalam musyawarah ini, dilakukan verifikasi dan validasi data calon penerima BLT DD berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan Permendes nomor 2 tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025 dan PMK Nomor 108 Tahun 2024 tentang Pengalokasian dana setiap desa Penggunaan dan Penyaluran Dana Desa Tahun 2025.

Proses penentuan calon penerima dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan Kepala Desa ,BPD, perangkat desa dan tokoh masyarakat, Pendamping Desa dan PDTI sebagaiama disebut Tim Relawan Penanganan Kemiskinaan Ekstrem dan Calon KPM BLT akan diminta kan Verifikasi ke Bapak Camat Kaur Selatan setelah dibuat Perkades KPM BLT DD Tahun 2025.

“Diharapkan bantuan ini dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan menuju Visi,” tutur Kades Panglima Raja, Haliar.

Haliar juga mengantakan dengan ada bantuan ni masyarakat bisa mempergunakan dengan semestinya dan bisa berkembang dan memperbaiki Perekonomian terutama untuk bantuan Ketahanan Pangan.

Sementara itu, Kapolsek Concong menyampaikan tentang bahaya LGBT yang marak di desa. Ia berharap masyarakat bisa berkerjasama untuk memberantas penyakit LGBT.

“Semoga kedepan adanya program penyuluhan bahaya dampak yang ditimbulkan LGBT salah satunya penyakit HIV,” tuturnya (Galeri Foto)