20 April 2026

Target Penurunan Stunting di Inhil: Kolaborasi Multipihak Jadi Kunci

Bagikan..

INHIL– Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sirajuddin, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 berada di angka 24,4 persen atau setara dengan 5,33 juta balita.Angka ini mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun, mencapai target 14 persen pada tahun 2024 tetap menjadi tantangan besar yang membutuhkan upaya ekstra.

“Penurunan prevalensi stunting saat ini menunjukkan laju 2,6 persen per tahun, jauh lebih cepat dibandingkan tingkat global yang hanya 0,5 persen per tahun selama 2000-2021. Hal ini memberikan optimisme bahwa target nasional dapat dicapai,” ujar Sirajuddin.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempercepat penurunan angka stunting dalam dua tahun ke depan.

“Penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Pendekatan pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, sektor swasta, masyarakat, media, serta lembaga lainnya sangat diperlukan,” jelasnya.

Dengan komitmen bersama, dukungan berbagai pihak, dan strategi yang terencana, Sirajuddin optimis bahwa penurunan prevalensi stunting akan berhasil diwujudkan.

“Upaya ini akan membawa dampak besar bagi kualitas hidup generasi mendatang dan mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” tambahnya.(ADV)