Tembilahan, detikriau.org – Penahanan kendaraan sebagai barang bukti pelanggaran lalu lintas disebabkan tidak membawa surat-surat kendaraan atau tertinggal yang terjaring operasi Zebra bisa dimintakan kembali oleh si pemilik kendaraan dengan melalui dua cara.
Diterangkan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kasat Lantas AKP Jasmin, cara pertama, barang bukti kendaraan dapat diganti dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta pemilik juga harus melengkapi kendaraan dengan kelengkapan standar.
Sedangkan cara kedua adalah dengan menunggu selesainya sidang di Pengadilan yang pelaksanaan sidangnya 1 kali seminggu yang sudah ditentukan pada hari Jumat.
“sebelumnya pemilik juga harus melengkapi kelengkapan standar seperti spion, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), knalpot dan lainnya serta menunjukan surat dari pengadilan,” Sampaikan Jasmin
Sedangkan untuk barang bukti berupa SIM dan/atau STNK bisa diambil di Pengadilan Negeri Tembilahan setelah selesai pelaksanaan sidang.
Penjelasan ini disampaikan AKP Jasmin saat pelaksanaan operasi Zebra Siak 2016 hari ke 8, rabu (23/11/2016) yang dilakukan melalui kegiatan Satgas II (Preemtif) dengan mengadakan Talk Show di Radio 92.6 Gemilang FM.
Talk Show ini diisi dengan dialog interaktif tentang Kampanye Keselamatan berlalu lintas dan Anev Pelaksanaan Ops Zebra Siak 2016 selama 7 hari pertama./ dro



BERITA TERHANGAT
DPRD Inhil Turun ke Pabrik Sambu Group, Industri Kelapa di Bawah Tekanan Berlapis
BPBD Inhil Catat ada 80 Hotspot di Inhil, Kecamatan Gaung Borong 28 Titik
Dugaan Permainan Gelap PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi, Skema Bagi Hasil Dirubah Sepihak