Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
ARB INdonesia, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) November 2019 sebesar US$66,27 per ton atau menguat 2,3 persen dibandingkan dengan Oktober 2019 lalu, US$64,8 per ton.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 224 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk November 2019. Beleid tersebut diteken Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 1 November 2019 lalu.
“HBA meningkat tipis dibanding bulan lalu karena ada peningkatan permintaan menjelang musim dingin,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangannya kepada media, Selasa (5/11).
- Tertabrak Pohon Nipah, Pengemudi SpeedBoat Meninggal Dunia dan Penumpang Luka-luka
- Sinergi Tanpa Batas: TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Semenisasi Jalan 1 KM di TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil
- Pantang Menyerah! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Lembur Malam Kebut MCK dan Sumur Bor di Desa Kuala Lemang
- Tanamkan Cinta Tanah Air, Kasdim Inhil Jadi Pemateri Wawasan Kebangsaan di Program TMMD ke-130
- Kejar Target TMMD Ke-130, Kodim 0314/Inhil Bersama Warga Kebut Pengerjaan Semenisasi Jalan 1 Km di Desa Kuala Lemang
Apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, US$97,9 per ton, HBA November 2019 anjlok 32,3 persen.
Harga batu bara memang mengalami tren pelemahan pada tahun ini. Bahkan, HBA yang ditetapkan pada Juli 2019 lalu sebesar US$71,92 per ton merupakan yang terendah dalam 2,5 tahun terakhir.
Penurunan harga batu bara tersebut tak lepas dari sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Sebagai informasi, HBA diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas batu bara disetarakan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen, dan ash 15 persen.
Sumber CNN Indonesia



BERITA TERHANGAT
Penerapan SRG di Inhil Masih Sebatas Wacana
Atlantis Exchange Buka Perdagangan Koin Pi Network
Gubri Dukung Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Bono