September 22, 2023

10 Daerah Gagal Capai Target e-KTP, Mendagri Tetap Senang

Bagikan..

JAKARTA – Sebanyak 10 kabupaten/kota yang melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sejak 2011, gagal mencapai target. Ke-10 daerah itu adalah Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Kupang, Kota Denpasar, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Cirebon, Kota Tangerang, dan Kota Minahasa Utara.

Meski demikian, Mendagri Gamawan Fauzi mengaku dirinya tetap senang. Pasalnya, secara nasional target perekaman e-KTP sudah tercapai.

Gamawan menyebut, untuk target hingga 30 April di 197 kabupaten/kota secara nasional, sudah melampuai target, yakni 67,2 juta, dari target 67 juta. Jika perekaman oleh 300 kabupaten/kota yang masuk gelombang kedua ikut dihitung, jumlahnya sudah 72,2 juta.

“Bagi saya, tentu saya gembira karena yang dikhawatirkan orang target 67 juta tak tercapai, ternyata malah sudah 72 juta. Mungkin hari ini sudah 73 juta,” ujar Gamawan Fauzi di kantornya, Selasa (1/5).

Mengenai 10 daerah yang gagal mencapai target itu, menurut Gamawan, ada sebagian yang karena padat penduduknya.  Kota Bekasi, lanjutnya, sudah merekam 1,2 juta e-KTP. Kota Depok sudah 800 ribu e-KTP.  Tapi, karena peralatan perekaman e-KTP hanya sampai ke tingkat kecamatan, kata Gamawan, di kota-kota padat penduduknya, target menjadi berat.

“Bupati dan walikotanya sudah sangat serius. Tapi memang ada yang kurang serius,” imbuh Gamawan. Dia menyebut, ada 19 kabupaten/kota yang malah over target.

Dijelaskan, untuk 2012 ini, masih ada 300 kabupaten/kota yang akan melaksanakan program e-KTP, dengan target 105 juta e-KTP. Jadi, total hingga akhir 2012 nanti, ditargetkan 172 juta e-KTP.

Dia yakin, target bakal tercapai. Ini berdasarkan data, dalam sehari bisa terekam satu juta-e-KTP. Jika sekarang sudah terekam 72 juta, maka kekurangannya 100 juta. Jika sehari bisa konsistem bisa terekam satu juta, maka untuk mencapai target, hanya butuh 99 hari lagi terhitung sejak 1 Mei 2012.  “Padahal kita masih punya waktu enam bulan,” ujar Gamawan, yang menargetkan Oktober 2012 target sudah tercapai.

Gamawan tetap berkomitmen akan mengundurkan diri jika target 172 juta e-KTP itu meleset. Dikatakan lagi, sikapnya ini merupakan bentuk tanggung jawab terhadap proyek dengan anggaran Rp5,6 triliun ini. (jpnn)