Februari 23, 2024

Diskes Serahkan Bantuan Kepada Penderita Gizi Buruk

Bagikan..

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) serahkan bantuan berupa bahan makanan dan obat-obatan kepada pasien penderita gizi buruk di beberapa Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Tembilahan, Selasa (01/5).

Bantuan tersebat merupakan bentuk kepedulain pemerintah kepada para penderita kasus gizi buruk di Negeri Seribu Jembatan. Selain untuk meringankan penderitaan pasien, bantuan itu juga bertujuan sebagai motivasi para orang tua pasien agar selalau memeriksakan kesehatan buah hatinya.

“Paling tidak orang tua pasien, dapat melakukan penanganan secara mandiri serta aktif untuk melakukan penyembuhan maupun langkah pencegahan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim.

Walau selama ini diketahui, bahwa pemerintah memiliki kewajiban memberi perhatian terhadap permasalahan masyarakat, tapi masyarakat sendiri harus sadar juga bahwa penanganan masalah kesehatan tidak terlepas dari peran para orang tua mereka sendiri.

Oleh sebab, itu tujun lain penyerahan bantuan tersebut lanjut Rasul, untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Artinya, para orang tua pasien diminta tidak rendah hati, jika ditemukan kasus demikian. Sebab, penemuan penderita gizi buruk oleh petugas merupakan sebuah tugas dan kewajiban.

“Kita terus giat dalam menemukan kasus ini. Sehingga seperti saat ini pemerintah langsung menangani dalam memberikan bantuan baik makanan dan obat-obatan kesehatan,” cetusnya.

Memberikan asupan gizi yang cukup kepada balita sama artinya, berpartisipasi untuk mengurangi kasus penderita gizi buruk di Kabupaten Indragiri Hilir. Lalu jika penderita gizi buruk tidak sembuh, secara tidak langsung pemerintah sudah disalahkan karena
dinilai tidak memperhatikan rakyat.

“Padahal, pemerintah sudah maksimal memberikan support dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi. Bahkan ada juga pemberian makanan tambahan selama tiga bulan, dan jika diperlukan bisa berlanjut hingga enam bulan,” ungkap mantan Diretur Utama RSUD Puri Husada ini.

Untuk penuntasan kasus gizi buruk ditambahkanya, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, khususnya para orang tua dan keluarga anak. Selain itu, secara rutin memberi asupan makanan yang bergizi yang disediakan pada puskesmas atau pustu.

Adapun jenis bantuan PMT pemulihan susu Bebelac 2400 gr sebanyak 22 kotak, bubur milna 120 gr sebanyak 30 kotak, biscuit milna 150 gr sebnayk 24 kotak, kacang ijo 6 kg, gula pasir 7 kg, minyak sayur 5 kg, dan bahan kontak posyandu yaitu, SBT marie susu 185 gr sebanyak 200 kotak kacang ijo 8 kg, gila pasir 6 kg dan berikit uang transport
untuk para kader posyandu sebanyak 10 orang.

Nama penderita yang mendapat bantuan yakni, Kamuliddin, diagnosa Marasmur Wkwasiorkor umur 23 bulan, berat badan 7,3 kg panjang badan 72 cm. Yenisa, diagnosa Kwasiorkor umur 20 bulan, berat badan 4,9 kg panjang badan 66 cm.(fen)