UGD Puskesmas Sungai Salak Terpaksa Ditutup Sementara, ini Sebabnya - Arbindonesia
Januari 5, 2021

UGD Puskesmas Sungai Salak Terpaksa Ditutup Sementara, ini Sebabnya

Bagikan..

Foto: plang informasi penutupan sementara pelayanan UGD Puskesmas Sungai Salak

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pelayanan pada Unit Gawat Darurat (UGD) di Puskesmas Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dilakukan penutupan untuk sementara waktu.

Kepala Puskesmas Sungai Salak melalui KTU KPM Sungai Salak, Didik saat dikonfirmasi mengatakan, penutupan sementara dikarenakan adanya seorang pasien yang dinyatakan positif terpapar covid-19 oleh pihak RSUD Tembilahan.

Sebelum dinyatakan positif covid, pasien tersebut sempatkan mendapatkan perawatan di UGD Puskesmas Sungai Salak selama dua hari karena mengalami struk ringan.

“Pasien pada saat masuk ke UGD Puskesmas Sungai Salak telah dilakukan Rapid Tes, hasilnya non reaktif. Karena hari ini kondisi kesehatannya turun, lalu di rujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Setelah dirujuk, lalu dilakukan tes swab oleh rumah sakit, ternyata hasilnya positif,” kata KTU Puskesmas Sungai Salak kepada arbindonesia.com, Selasa (5/1/2021).

Lanjutnya, selama dua hari dirawat di UGD Puskesmas Sungai Salak, petugas banyak yang mengalami kontak langsung dengan pasien.

“Saat ini, petugas di UGD ada yang bergejala batuk dan pilek. Atas persetujuan dari Dinas Kesehatan maka untuk sementara pelayanan di UGD kita tutup sampai tanggal 10 Januari 2021 ini,” imbuh Didik.

“Yang tutup hanya UGD saja, kalau rawat jalannya tetap buka seperti biasa,” tambahnya.

Secara terpisah, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan membenarkan adanya pasien rujukan dari Puskesmas Sungai Salak yang positif terpapar covid-19 setelah dilakukan tes swab oleh RS Tembilahan.

“Benar, pasien tanpa gejala. Saat ini masih berada di RSUD Puri Husada, masih dilakukan pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan normal, maka akan dilakukan isolasi di Rumah Sakit Covid. Tetapi jika pasien ada keluhan dan hasil Lab nya mendukung, maka akan dirawat di Puri Husada,” kata Saut Pakpahan kepada arbindonesia.com, Selasa (5/1/2021).

Selain itu, Saut juga mengatakan telah melakukan tracing (pelacakan kontak) terhadap orang yang mengalami kontak erat dengan pasien.

“Untuk orang yang kontak erat dengan pasien, secepatnya akan dilakukan Swab,” tutup Saut.

Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *