TOGETHER WE CAN: SANDIAGA UNO, PEMKO PEKANBARU BAPPEDALITBANG, DISNAKER HADIR DI WEBINAR KOVID PSIKOLOG - Arbindonesia
Juni 25, 2021

TOGETHER WE CAN: SANDIAGA UNO, PEMKO PEKANBARU BAPPEDALITBANG, DISNAKER HADIR DI WEBINAR KOVID PSIKOLOG

Screenshot_2021_0626_010624
Bagikan..

ARBIndonesia.com – PEKANBARU – Dalam rangka memperingati World Refugee Day 20 Juni 2021 untuk mengedukasi dan mensosialisasikan tentang penanganan pengungsi, Kovid Psikologi menjalin kerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru untuk melaksanakan webinar. Pada Kamis, 24 Juni 2021 14.00-16.30 via Zoom meeting dan Live Streaming Youtube Kovid Psikologi Channel.

Paga kegiatan kali ini, tim Covid Psikologi menghadirkan narasumber Dr. H. Sandiaga S. Uno, B.B.A., M.BA (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI), Dr. H. Firdaus, ST., M.T (Walikota Pekanbaru), Heriyanto, D.Hut., M.T (BAPPEDALITBANG Provinsi Riau), H. Abdul Jamal, M.Pd (Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru) yang dimoderatori Sisi Aspasia (TV Jurnalis CNN Indonesia) didampingi Host Cahaya Makbul (Coordinator of Kovid Psikologi) yang dibuka langsung oleh Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag dan Mangisi Erlinda (Head of Field Officer IOM Pekanbaru).

Indonesia, di lain sisi yang bersamaan, telah memberikan komitmennya pada salah satu kesepakatan internasional yang menjadi agenda pembangunan universal yang tertuang dalam dokumen berjudul Transforming Our World: the 2030 Agenda for Sustainable Development atau yang lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan prinsip dasar no one left behind (tidak ada seorangpun yang tertinggal) (Sekar Panuluh, 2016).

Mengacu pada tujuan-tujuan TPB yang pada dasarnya juga ikut melindungi hak asasi manusia, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2016 ke-71 yang bertema TPB, menempatkan isu pengungsi menjadi salah satu topik bahasan yang didiskusikan oleh banyak negara termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa isu pengungsi sebenarnya menjadi salah satu isu esensial dalam politik luar negeri Indonesia khususnya dalam bidang diplomasi kemanusiaan.

Goal ke-16, dalam kerangka TPB, menjadi salah satu goal yang memiliki kaitan tererat dengan pengungsi khususnya dalam penanganan pemenuhan HAM dasar pengungsi semata-mata karena dirinya adalah manusia. Goal ke-16 tersebut adalah “Meningkatkan Masyarakat yang Inklusif dan Damai untuk Pembangunan Berkelanjutan, Menyediakan Akses terhadap Keadilan bagi Semua, dan Membangun Institusi yang Efektif, Akuntabel dan Inklusif di Semua Tingkatan” yang mana menjadi hal yang dapat diberlakukan sama, tidak hanya pada warga negara Indonesia (WNI) namun juga pada pengungsi yang memang memiliki kondisi tersendiri dan membutuhkan perhatian khusus dari perlindungan internasional.

Webinar sudah berjalan dengan baik dan diikuti oleh 367 peserta. Pesertanya berasal dari kalangan mahasiswa, kantor Imigrasi, dosen, LSM dan pejabat pemerintah lainnya.

Paparan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi solusi bagi para pengungsi sebagai cara untuk bertahan hidup dan untuk aktualisasi diri mereka.

“Pengungsi dapat berpartisipasi dalam sektor pariwisata, seni, budaya, UMKM dan kuliner dan Menteri akan mendukung mereka Together we can” kata sandiaga Uno.

Walikota Pekanbaru yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru sekaligus Ketua SATGAS Penanganan pengungsi menyambut ungkapan Sandiaga Uno dengan menjelaskan tentang Satgas Pengungsi dan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua Sekretariat SDGs Provinsi Riau yang dipaparkan Heriyanto menjelaskan tentang tujuan SDGs di provinsi Riau dan kemungkinan untuk memasukkan pengungsi dalam rangcangan pembangunan berkelanjutan.

“Hal ini perlu dirumuskan secara matang dan tentunya menyesuaikan aturan yang mengatur tentang pengungsi,” tambah Heriyanto.

Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) mengaku memahami kondisi pengungsi dan menjelaskannya dengan baik karena mengikuti situasi sejak beberapa tahun lalu dan memberikan dukungannya kepada anak-anak pengungsi di Pekanbaru untuk mendapatkan akses di sekolah umum.

Disebutkan, dirinya akan kembali memberikan dukungan penuh kepada Disnaker asalkan ada regulasi dan kebijakan yang jelas. Ia juga menekankan komitmen masing-masing pemangku kepentingan karena penanganan pengungsi harus dilakukan secara bersama-sama dan berdasarkan pendekatan kemanusiaan.

“Kita menyarankan para pengungsi untuk terlibat dalam industri pariwisata dan kuliner seperti guru Bahasa, membuat kue untuk acara, memberikan pelatihan keterampilan, dll,” tambah Jamal

Dalam sesi diskusi, Kadiv Imigrasi Riau bersama-sama menjawab beberapa pertanyaan tentang potensi penanganan dari pengungsi seperti Covid19 dan terorisme.

“Kita perlu duduk bersama untuk merumuskan dan memperkuat Kerjasama dalam penanganan pengungsi yang ada di Riau,” ungkap Tito.

Turut hadir UNHCR untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang peran UNHCR dalam mengelola pengungsi di Pekanbaru.

Webinar ini berjalan dengan sangat baik dengan dimoderatori Sisi Aspasia yang merupakan TV Jurnalis CNN Indonesia.

Hal ini diapresiasi oleh Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag selaku Founder of Kovid Psikologi yang mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada narasumber dan moderator yang telah hadir pada webinar sesi ke 21 Kovid Psikologi dengan harapan dapat menyebarkan manfaat kepada umat untuk Indonesia yang gemilang dan terbilang.

Diakhir acara terdapat 10 peserta yang beruntung mendapatkan give away yang disponsori IOM. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.