Senilai 10 Miliar, Kapal Bermuatan Rokok dan Mikol Ilegal Kembali Diamankan Bea Cukai - Arbindonesia
Februari 22, 2021

Senilai 10 Miliar, Kapal Bermuatan Rokok dan Mikol Ilegal Kembali Diamankan Bea Cukai

Bagikan..

Foto: BC Batam saat melakukan pengamanan terhadap kapal bermuatan rokok dan mikol ilegal

ARBIndonesia.com, BATAM – Bea Cukai Batam berhasil memgamankan Kapal Motor (KM) Budi yang membawa rokok dan minuman alkohol (mikol) ilegal dengan nilai barang diperkirakan mencapai Rp 10 miliar lebih.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata menjelaskan awal mula penangkapan berdasarkan informasi yang didapatkan dari masyarakat bahwa ada kapal yang mencurigakan mengarah ke perairan Sengkuang, Batam, pada Sabtu (20/02/2021).

“Informasi tersebut kami dapatkan pada pukul 02.00 Wib dini hari, kemudian pada pukul 03.00 Wib, Satuan Tugas (Satgas) Patroli BC 7004 langsung melakukan pengejaran dan memberikan peringatan terhadap target (KM. Budi) untuk memberhentikan kapalnya,” ungkap Susila melalui siaran pers, Senin (22/2/2021).

Lanjutnya, meski telah mendapat peringatan, kapal tersebut tetap melaju dan akhirnya mengandaskan diri di sekitar perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Batam.

“Lalu Satgas Patroli BC 7004 menghubungi 5 satgas kapal speed patroli lainnya (Satgas Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau), serta dibantu Satgas DitPolairud Polda Kepri guna membackup proses pemeriksaan kapal yang bernama KM Budi,” jelas Susila.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut, ditemukan sejumlah karton yang diduga berisi rokok dan minuman alkohol, akan tetapi petugas saat itu tidak menemukan satupun Anak Buah Kapal (ABK) di kapal itu.

“Satgas gabungan berhasil mengamankan muatan tersebut beserta satu orang ABK yang diduga melompat ke laut pada saat mengkandaskan kapal tersebut,” tambah Susila.

Dari introgasi yang dilakukan terhadap satu orang ABK tersebut, bahwa dikapal yang bermuatan rokok dan mikol ilegal itu ternyata terdapat 8 orang ABK yang berhasil melarikan diri diduga dengan cara melompat ke laut.

“Mengetahui hal tersebut Satgas langsung melakukan pencarian ABK yang melompat ke laut di perairan pantai tersebut. Hingga saat ini Satgas masih berusaha melakukan pencarian dan upaya penyelamatan (SAR),” ungkap Susila.

Berdasarkan data yang disampaikan Bea dan Cukai Batam, tangkapan rokok ilegal diketahui sebanyak 454 karton dengan jumlah 5,9 juta batang, dengan berbagai merek seperti Maximm, Rave Menthol, Rave Flavour, Double Happiness, Manchester Menthol, dan Manchester Blue Saphire.

Sedangkan minuman alkohol tanpa dilekati pita cukai berjumlah 85 karton dengan jumlah 1.020 botol, yang terdiri dari Red Label ukuran 1 liter dan Red Label ukuran 700 mililiter.

“Untuk estimasi nilai barang diperkirakan Rp10 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp7,8 miliar,” pungkas Susila.

Terakhir dikatakan Susila, terhadap pelaku dijerat Pasal 102 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan dan paling lama 10 tahun pidana. Dengan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Selain itu pelaku juga dijerat dengan Pasal 50, pasal 54, dan pasal 56 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, dan pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Editor Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *