Riwayat Perjalanan Tak Bisa Ditelusuri, 18 Warga Inhil Dinyatakan Positif Covid-19 - Arbindonesia
Mei 2, 2021

Riwayat Perjalanan Tak Bisa Ditelusuri, 18 Warga Inhil Dinyatakan Positif Covid-19

images (1)

Ilustrasi, foto timlo.net

Bagikan..

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bersumber dari penyebaran klaster Keluarga, sebanyak 18 orang masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan positif terpapar covid-19.

Dari data per 1 Mei 2021 yang diperoleh arbindonesia.com melalui Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan, bahwa 18 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu diantaranya :

10 orang berdomisili di Kecamatan Kateman pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Guntung, 6 orang lagi berdomisili di Kecamatan Tembilahan dengan empat orang pada wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, dan dua orang berada di wilayah kerja Puskesmas Gajah Mada. Serta 2 orang lainnya berdomisili di Kecamatan Enok pada wilayah kerja Puskesmas Enok.

Dikatakan direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan, bahwa 18 orang yang dinyatakan positif terpapar covid-19 tersebut bersumber dari klaster Keluarga.

“Kalau dari riwayat perjalanan itu sudah tidak bisa lagi ditelusuri dari mananya, sekarang ini dari klaster keluarga udah saling menularkan,” kata Saut Pakpahan saat dikonfirmasi mengenai sumber penularan serta riwayat perjalanan dari 18 orang yang dinyatakan positif covid-19 tersebut, Minggu (2/5/2021).

Selain dari klaster keluarga kata Saut, penularan covid-19 juga rawan terjadi pada klaster perkumpulan seperti pasar dan perkantoran.

“Umumnya yang terjadi penularan di Inhil itu klaster keluarga. Kalau di kota-kota lain sudah banyak yang terjadi di klaster perkantoran,” tuturnya.

Selain itu, mengenai masing-masing keluarga dari 18 orang yang dinyatakan positif covid-19 tersebut saat ini tengah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis.

“Sedang dilakukan pelacakan, ada namanya program ‘Silacak’ dari Dinas Kesehatan, yang mana 1 orang terkonfirmasi positif maka minimal 15 orang disekitarnya akan dilakukan pelacakan dengan pemeriksaan. Dua atau Tiga hari lagi kita akan dapat hasilnya,” kata dr Saut saat ditanya mengenai tindak lanjut dari penularan klaster keluarga terhadap 18 orang tersebut.

“Jadi yang terpenting bagaimana pencegahan dilakukan, tracing nya dilakukan sesuai dengan orang yang terkonfirmasi positif,” tambahnya.

Tambahnya lagi, orang yang positif terpapar virus corona namun tidak bergejala, tidak lagi dilakukan perawatan dirumah sakit, akan tetapi melakukan isolasi mandiri di rumah ataupun di tempat yang telah disiapkan oleh perusahaan atau pemerintah kecamatan. Kemudian dipantau oleh tim kesehatan puskesmas di wilayah kerja masing-masing.

“Kalau dia bergejala seperti batuk kuat, demam, sesak nafas dan gejala berat lainnya itu baru dirawat di rumah sakit,” tutur dr Saut.

Terkait 18 orang yang terkonfirmasi tersebut, kata Saut, saat ini tengah melakukan isolasi mandiri.

“Diketahuinyakan baru semalam (1/5/2021), jadi hari ini baru diketahui jika ada yang bergejala baru di bawa ke puskesmas atau rumah sakit di Inhil,” kata direktur RSUD PH Tembilahan.

Untuk diketahui, dengan adanya penambahan 18 kasus tersebut, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Inhil yang tengah diisolasi hingga saat ini mencapai 78 kasus.

(Arbain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *