Perkuat Implementasi Atensi Anak, Balai Anak Rumbai Jalin MoU dengan Walikota Sawahlunto Sumbar - Arbindonesia
September 26, 2020

Perkuat Implementasi Atensi Anak, Balai Anak Rumbai Jalin MoU dengan Walikota Sawahlunto Sumbar

Bagikan..

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Untuk memperkuat implementasi atensi anak, Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) peningkatan kualitas layanan rehabilitasi sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) dengan Walikota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Jum’at (25/92020).

Kepala Balai Anak “Rumbai” didampingi oleh Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial dan tim diterima oleh Walikota Sawahlunto, Deri Asta dan jajarannya serta beberapa Kepala Dinas terkait Perlindungan Anak.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di ruang rapat utama kantor Walikota Sawahlunto.

MoU ini sebagai dasar bagi kedua belah pihak untuk dapat mengimplementasikan layanan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Balai Anak “Rumbai”, Ahmad Subarkah, memaparkan program Rehabilitasi Sosial yang dilakukan terhadap Anak AMPK, serta adanya paradigma baru dan arahan dari Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI di tahun 2021 dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial terhadap anak berbasis Asistensi Anak.

“Kedepannya kami mendorong adanya layanan integratif untuk memudahkan dinas sosial dan SKPD lainnya dapat melaksanakan layanan asistensi sosial berbasis Keluarga, Komunitas dan Residensial dengan pendekatan Manajemen Kasus,” ungkapnya.

“Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) sebagai ujung tombak penanganan masalah sosial anak agar dapat melibatkan berbagai instansi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi sehingga penanganan permasalahan anak tidak hanya bertumpu pada dinas sosial,” tutup Ahmad Subarkah.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan sekilas informasi berkaitan bahwa Sawahlunto menjadi kawasan Heritage yang sudah ditetapkan UNESCO yang akan dikembangkan sebagai Kota Wisata Tambang Batu Bara.

“Sawahlunto sudah ditetapkan sebagai kota layak anak dengan predikat Nindya. Namun, sekarang kasus-kasus anak semakin meningkat. Dengan adanya MoU ini menjadi solusi bagi kami dan tentunya dapat saling menguntungkan para Pihak,” imbuhnya.

“MoU ini juga sesuai dengan RPJMD yang kami susun, program kami terhadap kelompok marginal salah satunya permasalahan anak. Kami sangat peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sehingga dengan adanya MoU ini menjadi manfaat yang luar biasa bagi anak-anak di Sawahlunto,” ujar Deri Asta.

Selain itu, saat sesi diskusi, Wakil Walikota Sawahlunto, Zuhrin Sayuti mengapresiasi dan menyambut baik kedatangan Tim dari Balai Anak “Rumbai” dan menanyakan bagaimana pengasuhan bagi anak-anak AMPK yang usia nya balita serta komunikasi beberapa hal terkait program Balai Anak Rumbai Pekanbaru.

Selain itu juga, Kepala Dinas Sosial Sawahlunto, Dedi Syahendry menambahkan bahwa agenda kerjasama ini sangat luar biasa sehingga nanti kalau ada masalah-masalah Anak dikemudian hari.

“Akan lebih mudah koordinasi penanganannya, dan akan kita implementasikan ke teknisnya,” tutupnya.

(Tim Humas Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru/arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *