Tembilahan (www.detikriau.org) – Maraknya pedagang yang menjajakan dagangan cabutan yang mengarah kepada perjudian membuat resah para orang tua. Apalagi dagangan seperti ini diperjualbelikan secara bebas disekitar lingkungan sekolah. Jika tidak diantisipasi, masyarakat khawatir hal ini akan memberikan efek buruk kepada anak-anak.
Berdasarkan penjelasan orang tua siswa disalah satu Sekolah Dasar (SD) dikota Tembilahan, Fitri (27), pedagang cabutan ini setiap harinya mendapatkan perhatian istimewa dari para murid-murid SD. Dengan membayar Rp 500,- pembeli berhak mendapatkan selembar kupon yang kemudian menggosok beberapa buah lingkaran bulatan, jika bulatan tersebut hanya tertinggal satu buah dan gambar bom belum keluar, pembeli berhak mendapatkan uang Rp 2 ribu.
“Ini jelas bentuk perjudian, walalupun dalam skala kecil. Jika tidak segera ditertibkan, pastinya akan merusak mental anak-anak. Kita takutnya jika sejak kecil mereka sudah terbiasa untuk mengadu peruntungan, judi menurut mereka bukan lagi menjadi tabu dan larangan agama. Harus ada tindakan antisipasi yang jelas, terutama dari apartur pemerintah termasuk pihak sekolah,” Sampaikan Fitri, jum’at (22/11).
Yunita, (24) seorang wali murid lainnya juga mulai mengaku resah. Setiap hari biasanya putra semata wayangnya cukup diberikan jajan Rp 2 ribu, tapi saat ini kerap sang anak memintakan tambahan. Menurutnya untuk membeli cabutan disekolah. Ia juga meminta pihak sekolah untuk benar-benar melakukan pengawasan bagi pedagang disekitar sekolah terutama yang akan memberikan efek tidak baik bagi kejiwaan anak-anak. (dro)



BERITA TERHANGAT
Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Pemkab Inhil Sambut Kedatangan Tim Wasev Mabesad di Tembilahan
Tim Volli PT Agrinas Palma Nusantara Melalui Mitra PT CMBR Melaju ke Semi Final Turnamen Bola Volly Karang Taruna Cup 1 Desa Bayas Jaya
Semangat Jum’at Berkah di Tembilahan! Kajari Inhil Bersama Anggota DPR RI dan DPRD Riau Gandeng Tangan Tebar Kebaikan