PB HIPPMIH Pinta DPMD Inhil Batalkan Agenda Studi Banding Desa di Lombok - Arbindonesia
Mei 20, 2022

PB HIPPMIH Pinta DPMD Inhil Batalkan Agenda Studi Banding Desa di Lombok

IMG-20220520-WA0055

Ketua PB HIPPMIH, Dzul Fadhli Rivai

Bagikan..

ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Kembali kritikan muncul mengenai Studi Banding perangkat desa ke wilayah timur Indonesia, Lombok.

Kali ini dari Pengurus Besar Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indragiri Hilir (PB HIPPMIH) menilai studi banding tersebut hanya pemborosan anggaran.

“Kegiatan itu hanya pemborosan alias mumbazir, karena tidak termasuk dalam program prioritas pemulihan ekonomi,” kata Ketua PB HIPPMIH, Dzul Fadhli Rivai, Jumat (20/5).

Bagaimana tidak, kata Dzul, studi banding tersebut menggelontorkan anggaran Rp15.000.000 per desa dikalikan 197 desa dengan total Rp2.955.000.000 Milar dari anggaran desa diduga hanya untuk jalan-jalan.

“Kami menduga gelontoran anggaran sebanyak itu hanya untuk jalan berkedok studi banding,” tegas Dzul.

Maka dari itu, papar Dzul, pengurus PB HIPPMIH sepakat meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indargiri Hilir meninjau kembali rancana studi banding itu.

“Sebaiknya dibatalkan saja, karena kebutuhan pembangunan desa masih banyak yang perlu direalisasikan,”

Dzul mengingatkan kepala desa agar menimbang kembali menyetor anggaran Rp15 juta kepada pihak PMD untuk kegiatan tersebut. Dan menerima kritikan dan masukkan demi kebutuhan masyarakat banyak.

“Sebagai seorang pemimpin hendaknya dapat menerima kritik dan saran dari masyarakat, serta melakukan melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diamanahkan dengan segenap kemampuan yang ada,” sarannya.

Senda dengan Sekretaris Jendral PB HIPPMIH, Firdaus juga meminta kades se Inhil harus meninjau kembali wacana keberangkatan studi banding tersebut, agar anggaran desa betul-bentul untuk kepentingan masyarakat.

“Kami berharap, agar kepala desa bekerja dengan penuh tanggungjawab, benar, jujur, cerdas, iklas dan tuntas serta adil dan tidak pilih kasih,” kata Firdaus.

Firdaus juga mengajak seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk mengawasi anggaran desa, dan tidak takut mengkritik jalannya pemerintahan desa se Inhil, karena pembangunan suatu wilayah dimulai dari desa yang anggarannya tidak sedikit.

“Kami PB HIPPMIH Pekanbaru menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk tidak takut mengkritik dan mengawasi jalannya pemerintahan desa. Tetaplah menjadi mahasiswa yang berfikir merdeka,” tutupnya. (M.Dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *