TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak berlangsungnya kegiatan even wisata pacu sampan leper di kawasan Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Sabtu (22/8/2015) jembatan Getek macet total kurang lebih selama 3 jam hingga waktu azan shalat Magrib.
Pantauan lapangan, sepanjang jembatan tersebut dipadati masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut menyaksikan secara langsung even wisata tahunan tersebut. Selain itu, kepadatan sarana penyebrangan itu dipenuhi kendaraan bermotor, mulai kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat.
“Sudah hampir dua jam, belum juga sampai ke seberang sana. Padatnya minta ampun,” teriak salah seorang pria mengendara sepeda motor.
Dalam hal ini, Bupati Inhil HM Wardan mengaku, even wisata pacu sampan leper ini memang perlu dievaluasi untuk pelaksanaan kedepannya, terutama fasilitas untuk para penonton.
“Alangkah bagusnya jika ada tribun untuk penonton, jadi akan lebih teratur. Tidak seperti sekarang ini saya lihat kebanyakan para penonton pacu sampan leper hanya menonton punggung orang didepannya saja,” ujarnya.
Apalagi katanya, even wisata sampan leper tersebut tidak lagi sebatas tingkat Kabupaten saja, melainkan telah meranjak ketingkat Provinsi, bahkan menurutnya kedepan sangat tidak mustahil jika even wisata itu meranjak ke tingkat nasional. (mirwan)



BERITA TERHANGAT
Tangan Pemerintah Hadir Ditengah Duka, Bupati Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Tembilahan Hilir
HUT ke-80, BNI Tembilahan Mantapkan Transformasi Ekonomi dan Digital di Inhil
Bupati Herman: MPLS Harus Bebas dari Perundungan dan Kekerasan