Mahar Tak Bisa Dipenuhi, Lamaran Ditolak, Wanita Ini Tewas Ditangan Pacar Sendiri - Arbindonesia
Maret 16, 2020

Mahar Tak Bisa Dipenuhi, Lamaran Ditolak, Wanita Ini Tewas Ditangan Pacar Sendiri

Bagikan..

ARB INdonesia.com – Polisi menangkap Amiruddin (42), pria yang nekat membunuh Sitti Umrah (31) di Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku adalah kekasih korban sendiri.

Pelaku menghabisi nyawa korban karena dendam atas perkataan korban yang mengaku telah memiliki pria lain sebagai kekasih. Polisi juga menyebut pelaku marah karena lamarannya ditolak korban dan keluarganya. Alhasil, pelaku yang sakit hati merencanakan pembunuhan.

“Motif pembunuhan ini adalah sakit hati. Dia merasa sakit hati karena perempuan ini mengaku memiliki pacar (lain) yang lebih bisa dipilih daripada (pelaku),” ujar Dirkrimum Polda Sulsel Kombes Didik Agung Wirahardjo kepada wartawan dalam konferensi pers di Posko Resmob Polda Sulsel, Makassar, pada Jumat (13/3/2020) malam.

Sementara itu, Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengatakan, sebelum pengakuan korban memiliki pria lain, pelaku pernah melamar korban tapi lamaran itu ditolak.

“Lamaran tersangka ditolak korban dan pihak keluarga korban dikarenakan mahar uang panai yang diminta oleh pihak keluarga korban tidak bisa dipenuhi oleh tersangka,” ujar Ibrahim Aji.

Runtutan masalah tersebut membuat pelaku datang ke ruko milik korban di Pasar Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Pangkep, sekitar pukul 21.00 Wita, Kamis (12/3).

“Hingga akhirnya tadi pagi kan sekitar pukul 06.00 Wita ada pihak pasar melapor ke polsek karena menemukan ceceran darah. Kemudian polsek datang, kami polres datang, dan Inafis Polda, sehingga kami laksanakan olah TKP,” ujar Ibrahim Aji.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan sejumlah saksi serta adanya baju tersangka, polisi kemudian menyimpulkan Amiruddin sebagai pelaku pembunuhan.

“Pelaku diamankan di rumahnya, itu cuma 15 kilometer dari lokasi pembunuhan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, warga di sekitar kejadian dihebohkan oleh penemuan mayat bersimbah darah di dalam ruko. Awalnya, peristiwa itu diduga perampokan. Namun, karena tidak ada pintu yang rusak, kuat dugaan pelaku adalah orang dekat korban.

“Ditemukan pagi tadi oleh petugas keamanan pasar. Iya, dugaannya begitu (pembunuhan). Dia pemilik ruko dan menjual bahan campuran di pasar ini,” kata Kapolsek Ma’rang Iptu Sofyan.

Sumber : Cakapkita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.