TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mahasiswa asal Tembilahan yang melanjutkan jenjang pendidikan di kampus Ege University kota Izmir Turki, Muallimin juga ikut berkomentar terkait persoalan kondisi listrik yang dikelola oleh PLN Rayon Tembilahan melalui akun Facebooknya.
“Kasian Tembilahan,” tulisnya dengan singkat di dinding Facebook miliknya dengan nama akun Muhammad Muallimin Al Hafiz, Kamis (2/4/2015).
Ketika dikonfirmasi detikriau.org melalui pesan Facebook, ia sangat prihatin dengan masyarakat kampong halamannya, terlebih kepada keluarganya sendiri yang ada di kota Tembilahan. Sebab mahasiswa yang akrab disapa Emen ini tidak bisa membayangkan durasi mati bergilir hingga 8 jam.
“Baru kali ini saya dengar mati bergilir hingga 8 jam, bagaimana aktivitas warga disana?,” pertanyakannya.
Ia juga sempat mengungkapkan sejauh pengetahuannya bahwa penyakit kota Tembilahan itu dari dulu tidak terlepas dari persoalan listrik, namun untuk kali ini sudah dinilainya sangat parah.
Apalagi terkait janji pihak PLN itu sendiri untuk mensegerakan perbaikan, namun tetap belum terpenuhi.
“Dari banyak berita Tembilahan di situs yang saya baca, kasian saya dengan teman-teman disana, apalagi keluarga saya banyak di Tembilahan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, mahasiswa yang menempuh program studi Sastra Turki ini sangat menyayangkan jika Pemerintah maupun seluruh pihak terkait tidak mensegerakan melakukan perbaikan gangguan mesin PLN tersebut, terlebih kepada pihak pengelola mesin itu sendiri. (mirwan)



BERITA TERHANGAT
Dugaan Permainan Gelap PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi, Skema Bagi Hasil Dirubah Sepihak
Bantah Terima Keuntungan, Bos Maskur ‘Lepas Tangan’ Soal Pembiayaan Doorprize Motor Bupati Cup
Harga Kelapa Anjlok, Pemerintah Pusat Akan Siapkan Regulasi Tata Niaga di Indragiri Hilir