Desember 1, 2023

Kasus Kepala Bayi Putus, Pihak Puskesmas dan Keluarga Korban Berdamai

Penandatangan Kesepakan Damai antar korban dan pihak Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Buntut panjang kasus seorang bayi yang mengalami kepala putus saat proses perselalinan di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir berakhir damai.

Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum Khaidir, Hendri Irawan, S.H., M.H kepada awak media ARB INdonesia, Kamis (1/9/2022) sore.

Kesepakan damai tersebut ditandai dengan penandatanganan surat perdamaian antara korban dan pihak Puskesmas Gajah Mada. Dalam kesepakan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Gajah Mada, Perwakilan Dinas Kesehatan, pihak kepolisian, Kuasa Hukum serta keluarga Korban.

“Dari kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan kasus ini dengan menempuh jalur kekeluargaan yang berakhir pada perjanjian perdamaian. Mengingat korban dan pihak keluarga juga telah mengiklaskan apa yang telah terjadi,” ungkap Hendri Irawan.

Namun kata Kuasa Hukum Khaidir, sebagai wujud dari permohonan maaf dan tanggung jawab, pihak Puskesmas akan memberikan pelayanan, perawatan dan pengontrolan secara rutin terhadap ibu Nova Hidayati selama 42 hari.

“Selian dari memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu Nova Hidayati yang saat ini masih menjalani masa nifas. Selain itu juga pihak Puskesmas Gajah Mada juga memberikan sanksi terhadap 4 orang bidan atas kasus tersebut,” imbuh Hendri Irawan yang juga sebagai Ketua KDDI.

IMG_20220901_175824
Khaidir bersama Kuasa Hukum saat memberikan keterangan kepada awak media

Lebih lanjut Hendri Irawan memaparkan, dari keterangan yang di sampaikan dari 4 orang bidan, tindakan yang dilakukan oleh para bidan merupakan upaya untuk menyelamatkan sang ibu saat proses persalinan. Mengingat pada saat pasien datang ke Puskesmas, kondisi bayi saat itu sudah terlihat pada bagian pinggul bayi.

“Melihat kondisi tersebut, maka dari para bidan ini muncul lah jiwa sosial untuk mengambil tindakan demi menyelamatkan sang ibu,” ungkap Hendri memaparkan keterangan yang di sampaikan bidan kepadanya.

Terakhir Kuasa Hukum Khaidir, Hendri Irawan, S.H., M.H menghimbau kepada para pengguna media sosial (netizen) untuk tidak mengupload dan menyebarkan foto-foto yang berkaitan dengan kasus tersebut tanpa seizin korbannya.

“Mengingat adanya UU ITE, maka kita menghimbau kepada Netizen untuk tidak menyebar luaskan foto ataupun video baik saat proses persalinan dan saat proses pemandian si bayi. Jika sudah terlanjur di Upload, kita minta untuk segera dihapus dari postingan media sosial,” tutup Hendri Irawan.

Sementara itu, Khaidir ayah dari bayi yang mengalami kepala putus menyampaikan telah mengiklaskan apa yang telah menimpa anaknya (alm) dan istrinya yang saat ini sedang menjalani masa pemulihan.

“Atas kesepakatan keluarga besar bahwa kasus ini tidak kami dilanjutkan dengan menempuh jalur damai dan sudah mengikhlaskan apa yang terjadi,” singkat Khaidir. (Arbain)