ilustrasi diskotik. © Standard.co.uk
ARB INdonesia, JAKARTA – Peredaran narkoba di Jakarta semakin memprihatinkan. Untuk menekannya, razia gabungan dari Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemprov DKI Jakarta di tempat hiburan malam atau diskotek dan hotel gencar dilakukan.
Razia yang dilakukan pun membuahkan hasil. Terbukti BNNP DKI menemukan barang haram tersebut di tiga diskotek atau tempat hiburan malam. BNNP DKI Jakarta merekomendasikan tiga tempat hiburan malam tersebut untuk segera diberi sanksi karena diduga jadi tempat peredaran narkoba.
Apa saja tiga diskotek atau tempat hiburan malam yang dimaksud? Berikut ulasannya:
Olympic
Pertama BNNP DKI Jakarta berhasil membongkar peredaran narkoba di Hotel Olympic, Tamansari, Jakarta Barat. Dalam operasi gabungan BNNP DKI dan Garnisun Tetap 1 Jakarta berhasil menjaring lima anggota TNI.
Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Tagam Sinaga mengatakan penangkapan tersebut berawal ketika anggotanya menerima informasi pengiriman ekstasi ke Jakarta Barat, dan penerimanya akan mencicipi barang haram tersebut sebelum mengedarkan.
“Jadi pada Senin itu anggota mendapat informasi semuanya berkumpul di satu kamar hotel, dan akan datang barang baru sekalian tester untuk barang ini bagus atau tidak,” tutur Tagam, Kamis (5/9), dikutip dari Antara.
- PT KIG Dibuka Lagi!Seleksi Komisaris dan Direktur di Tengah Bayang-Bayang Skandal dan Kerugian
- Peduli Karhutla, KKSS Serahkan Bantuan Peralatan Pemadam kepada Polsek Reteh
- RSUD Kota Dumai Diduga Kuat Menyalahi Aturan atas Pengadaan Obat Senilai Rp6.4 Miliar
- Peringati Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Rokan Hulu Gelar Pelantikan Pengurus dan Apel Besar
- Irjen Arman Achdiat Jabat Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan Jadi Kabaharkam
Berdasarkan laporan tersebut, BNNP DKI bergerak untuk melakukan pengintaian dan penangkapan di kamar 301 Hotel Olympic, Tamansari, Jakarta Barat pukul 23.40 WIB. Dari dalam kamar hotel tersebut pihaknya menangkap tiga petugas keamanan dan empat anggota TNI yang terlibat peredaran narkoba dengan barang bukti 2.274 butir ekstasi.
Paragon
Kemudian BNNP juga merekomendasikan Paragon Hotel, Jakarta Barat untuk diberi sanksi karena menjadi tempat peredaran narkoba. Pada tahun 2016 silam, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pernah mengancam agar Grand Paragon Hotel di Jakarta Barat ditutup.
“Pastilah ditutup. Ini kita evaluasi yang Grand Paragon Hotel. Di sana bukan hanya orangnya saja positif narkoba, tapi ada barang bukti juga di situ,” kata Djarot, pada Kamis(25/2/2016) silam.
Diskotek 1001 Jakarta
Pada Minggu (8/9/2019), petugas merazia pengunjung di Diskotek 1001, Jakarta Barat. Dalam razia tersebut BNN DKI Jakarta mengamankan 33 pengunjung yang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika berdasarkan tes urine.
“34 pengunjung positif narkoba. 19 laki laki dan 15 perempuan,” kata Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Tagam Sinaga seperti dilansir dari Antara.
Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/jakarta/ini-3-tempat-hiburan-malam-di-jakarta-yang-terancam-ditutup-karena-peredaran-narkoba.html



BERITA TERHANGAT
3 Kilogram Sabu Disergap! Polres Inhil dan Bea Cukai Tembilahan Hantam Jaringan Narkoba di Laut
Sakit Hati Berujung Parang: Seorang Wanita di Desa Belantaraya Jadi Korban Amukan dari Pria yang Mendekatinya
Laporan Pembobolan Kamar Diduga Mandek, Kanit Reskrim Polsek Batang Gansal Dipertanyakan