Hasil Penindakan, Bea Cukai Hibahkan 17,5 Ton Bawang Merah - Arbindonesia
Maret 19, 2021

Hasil Penindakan, Bea Cukai Hibahkan 17,5 Ton Bawang Merah

Screenshot_2021_0319_212337
Bagikan..

ARBIndonesia.com, ACEH – Bea Cukai Lhokseumawe menghibahkan 17,5 ton bawang merah hasil penindakan kepada Pemerintah Daerah Aceh Utara dan beberapa Daerah di Aceh Besar, Jum’at (19/3/2021).

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Mochammad Munif mengungkapkan bahwa bawang merah yang dihibahkan tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan
bersama Ditpolairud Polda Aceh, Bea Cukai Wilayah Aceh, dan Denpom IM/1 Lhokseumawe, pada 8 Maret 2021.

“Tim gabungan menemukan bawang merah ilegal di dalam kapal KM Fortuner GT.45 Nomor 385/QQM yang ditinggalkan ABK nya di TPI Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara,” ungkap Mochammad Munif melalui siaran pers yang dilansir dari beacukai.go.id.

Lanjutnya, tim juga menemukan 2 unit truck colt diesel dan 1 unit mobil pick up bermuatan bawang merah ilegal yang terparkir tidak jauh dari lokasi TPI tersebut dengan kondisi sudah ditinggalkan oleh pemiliknya.

Bawang merah ilegal tersebut diduga hasil bongkaran dari kapal KM Fortuner GT.45 Nomor 385/QQM tersebut.

“Atas temuan itu, telah dilakukan pencegahan sebanyak kurang lebih 17,5 ton bawang merah dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 525.600.000 dengan potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 215.496.000,” papar Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Mochammad Munif.

Terakhir ia mengatakan bahwa keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan bawang merah ilegal ini merupakan wujud sinergi antara Bea Cukai, TNI dan Polri, serta peran aktif masyarakat.

Mochammad Munif juga berhapkan dengan hibah bawang merah ini, Bea Cukai dapat membantu meringankan ekonomi masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi covid-19 ini.

“Diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan/atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi masyarakat, industri dan perdagangan dalam negeri serta mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak,” tutup Munif.

Editor Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *