INHIL – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sirajuddin menjelaskan beberapa tantangan dalam pelayanan KB.
la berharap semua instansi dapat menjawab tantangan tersebut dengan mengerahkan segenap daya dan upayanya serta bersinergi dengan semua pihak.
“Dengan demikian, nafas program KB telah menghembus di mana-mana yang dipastikan akan mampu mendorong seluruh stakeholder dan masyarakat sasaran untuk berpartisipasi secara lebih baik,” harapnya.
Masih rendahnya cakupan Rumah Sakit yang melayani KB yang teregistrasi di BKKBN (K/O/KB) dan Kurang optimalnya pelayanan KB di Rumah Sakit terutama sejak diberlakukannya program jaminan kesehatan karena adanya mekanisme rujukan berjenjang sehingga Rumah Sakit tidak dapat langsung melayani KB tanpa ada rujukan dari faskes dibawahnya.
Juga, belum optimalnya pemanfaatan pembiayaan pelayanan KB melalui mekanisme jaminan kesehatan.
Hal ini juga menjadikan tantangan tersendiri untuk pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya. (Adv)

BERITA TERHANGAT
Pembinaan Statistik Sektoral 2026: Indragiri Hilir Mantapkan Fondasi Data Pembangunan
Bupati Inhil Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Bupati Inhil Tegaskan Percepatan Infrastruktur 2026 dalam Rapat Evaluasi Realisasi Fisik dan Keuangan